Kaltara

Batu Putih Wakili Berau di Ajang Nasional

banner diskominfo kaltim

Kampung Batu Putih mewakili Kabupaten Berau dalam ajang lomba kampung/desa tingkat nasional. (M.S Zuhrie)

Tanjung Redeb, DiswayKaltim.com – Kampung Batu Putih menjadi wakil Berau pada ajang Lomba Desa tingkat Nasional Regional III tahun 2019, meliputi wilayah Kalimantan timur dan Kalimantan Selatan. Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung (DPMK) Berau opitimistis Kampung Batu Putih jadi yang terbaik.

Kepala Bidang (Kabid) Pemberdayaan Kampung DPMK Berau, Sudirman mengaku, dalam menghadapi tim penilai lomba desa dari Direktorat Jenderal (Ditjen) Pembinaan Pemerintah Desa Kementerian Dalam Negeri yang tiba di Kampung Batu Putih Senin (21/7/2019) siang. Pihaknya telah melakukan konsolidasi dengan seluruh masyarakat kampung dalam membangun kebersamaan dan pembinaan masyarakat dalam rangka meningkatkan ekonomi warga.

Baca Juga

“Kampung Batu Putih tidak ingin hanya menjadi peserta tanpa membawa gelar, sehingga sesuai dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 81/2015, segala syarat penilaian lomba kampung berupaya dilengkapi  dengan menghadirkan inovasi dan kreativitas kampung,” jelasnya.

Kampung Batu putih yang terbagi menjadi 2 zona besar ekonomi, yakni sektor perikanan dan perkebunan membuat kepala kampung menciptakan terobosan dengan mengeluarkan Peraturan Kampung (Perkam) terkait sanksi tegas bagi warga yang melakukan penangkapan ikan dengan bahan peledak ataupun bahan berbahaya lainnya yang diterbitkan sejak 2016.

Lanjutmya, inovasi yang kedua tentang kesepakatan kampung dengan sejumlah perusahan perkebunan kelapa sawit agar menampung seluruh hasil panen dari perkebunan mandiri warga. Dan itu sudah berjalan sejak tahun 2015. “Dari dua inovasi tersebut kami sebagai pembina sangat optimistis Kampung Batu Putih layak menjadi Kampung Terbaik Nasional,” harapnya.

Atas inovasi yang dilakukan oleh Pemerintah Kampung mengantarkan Batu putih menjadi Kampung dengan status swasembada hanya dalam kurun waktu 3 tahun.

“Semula status Batu Putih itu paling rendah dari kampung lain, yakni berstatus kampung swadaya pada 2017, lalu pada 2018 meningkat menjadi swakarsa, lanjut sampai akhirnya pada 2019  berstatus swasembada,” tandasnya.(*/rie/app)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Check Also
Close
Back to top button