BerauHL

Kenalin Nih, Cokelat Asli Kaltim

Selama ini masyarakat kita hanya mengenal cokelat merek luar negeri. Padahal, sebagai salah satu negara penghasil biji kakao, Indonesia bisa memproduksi sendiri. Termasuk Kalimantan Timur. Ini dia, cokelat asli Kaltim.

nomorsatukaltim.com – Langkah menuju produsen cokelat asli Kaltim diawali dari Kabupaten Berau. Bukan oleh perusahaan perkebunan kakao, melainkan dari perusahaan pertambangan batu bara, PT Berau Coal. Bagaimana bisa?

Kepala Dinas Perkebunan (Disbun) Kabupaten Berau, Sumaryono mengatakan, pabrik pengolahan biji kakao berawal dari program pemberdayaan masyarakat daerah itu. Masyarakat setempat memanfaatkan melimpahnya biji kako menjadi produk cokelat batang premium dengan merek Berau Cocoa.

“Mengingat potensi kakao Berau ini kan besar. Jadi diharapkan mampu memberikan keuntungan bagi masyarakat dan perusahaan. Terutama mempersiapkan berakhirnya pasca tambang,” ujar Sumaryono.

Baca Juga

Pabrik Berau Cocoa didirikan sejak tahun 2017. Dan diresmikan menteri ESDM pada tahun 2018. Melalui Yayasan Dharma Bhakti Berau Coal. Dengan demikian, Berau Coal menjadi perusahaan pertambangan pertama yang fokus pada pengembangan kakao sebagai agribisnis unggulan. Yang mengolah dan memproduksi coklat lokal dari petani Kabupaten Berau.

Pabrik Berau Cocoa menjadi pusat pengolahan biji kakao basah menjadi biji kakao kering. Serta produk olahan coklat yang siap dikonsumsi. Selain itu, Pabrik Berau Cocoa juga direncanakan untuk menyediakan bahan baku cokelat kepada UMKM di Kabupaten Berau. Untuk mendorong produksi home industry olahan cokelat lokal di Bumi Batiwakkal.

“Sehingga tercipta program perkebunan kakao berkelanjutan dari hulu sampai hilir.  Serta menyerap tenaga kerja dari masyarakat Kabupaten Berau,” ujar Sumaryono.

Disbun Berau juga membangun pola kerja sama dengan Pabrik Berau Cocoa. Di antaranya trading dan plantation. Trading  Yakni kegiatan membeli biji kakao secara langsung pada petani kakao di Kampung Pendampingan PT Berau Coal meliputi Kampung Suaran, Tumbit Dayak, Tumbit Melayu, Long Lanuk, Batu Rajang, Labanan Makarti, Gunung Tabur dan Tubaan.

Sistem pengolahan dan pemasaran kakao dari petani di Kabupaten Berau, sampai saat ini diolah dan dijual dalam bentuk biji kering. Kisaran harga antara Rp 19 ribu hingga Rp 24 ribu per kilo gram.

Sementara plantation berupa program rehabilitasi kebun kakao masyarakat. Sekaligus perluasan kebun kakao di Kabupaten Berau demi tercapainya kualitas dan kuantitas yang diinginkan.

1 2Laman berikutnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Check Also
Close
Back to top button