HLLaporan Khusus

Otorita IKN Kaji Tawaran Putin

Jakarta, nomorsatukaltim.com – Badan Otorita Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara mengkaji tawaran Presiden Rusia Vladimir Putin yang menawarkan kerja sama menggarap jaringan kereta api di IKN. Tawaran yang disampaikan kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan ditindaklanjuti dengan pembicaraan teknis.

Menurut Juru Bicara Tim Komunikasi Rencana Pemindahan IKN Sidik Pramono, kemungkinan Rusia bisa menggarap rencana perkeretaapian yang tertuang di dalam Perpres 64 tahun 2022. Sidik sendiri mengaku sampai saat ini pihaknya masih menunggu diskusi teknis lebih lanjut soal tawaran dari Rusia.

Dalam rencana besar pemindahan ibu kota ke Kalimantan Timur, pemerintah memang menyiapkan rencana pembangunan jaringan kereta. Hal itu tertuang dalam Peraturan Presiden Nomor 64/2022 tentang Rencana Tata Ruang Kawasan Strategis Nasional Ibu Kota Nusantara 2022-2042.

“Otorita Ibu Kota Nusantara dibantu tim transisi sudah dengar kabar tersebut, soal rencana ketertarikan Rusia di investasi di projek kereta api untuk IKN. Tentu, otorita apresiasi ketertarikan itu dan menunggu pembicaraan lebih detil dan teknis soal rencana tersebut,” ungkap Sidik Pramono dikutip dari detikcom, Minggu (3/7/2022).

Baca Juga

Ia menambahkan, kerja sama dengan Rusia akan melihat skala kebutuhan. “Yang pasti yang ada di Perpres itu jadi dasar pertimbangan untuk melakukan perencanaan dan realisasi di lapangan,” kata Sidik.

Namun Sidik melanjutkan, sejauh belum ada diskusi lanjutan, sehingga Otorita belum bisa berbicara banyak soal tawaran dari Rusia. Termasuk soal tawaran rute dan biaya proyeknya. Meski demikian, pemerintah akan membuka lebar pintu masuk bagi perusahaan Rusia untuk melakukan investasi.

Rencana pembangunan perkeretaapian di IKN tercantum dalam pasal 42 Perpres 64 tahun 2021. Dalam beleid itu ditetapkan ada 14 stasiun kereta api penumpang dan 4 stasiun operasi atau depo yang akan dibangun. Jaringan kereta api yang dibangun akan menghubungkan Wilayah Perencanaan Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (WP KIPP) dengan sejumlah kawasan di IKN. Mulai dari pusat-pusat kegiatan, pusat permukiman, dan juga moda transportasi lainnya.

Kemudian, pada pasal 42 ayat 7 disebutkan stasiun-stasiun kereta api yang dibangun nantinya akan dikembangkan dengan konsep pengembangan Kawasan transit oriented development (TOD).

Tawaran Putin untuk membantu pembangunan sektor transportasi kereta api di IKN terungkap dalam kunjungan Presiden Joko Widodo (Jokowi) secara langsung ke Rusia Kamis 30 Juni 2022.

“Rusia siap berpartisipasi dalam proyek bersama, termasuk penggunaan non-energi teknologi nuklir, obat-obatan, atau pertanian. Selain itu ada prospek yang baik untuk kontak bisnis pada pengembangan transportasi dan infrastruktur logistik, kata Putin, dikutip dari Kedutaan Besar Rusia di Jakarta, Jumat 1 Juli 2022.

“Secara khusus kereta api Rusia dapat bergabung dalam implementasi inisiatif besar-besaran dalam pembuatan ibu kota Indonesia yang baru di pulau Kalimantan. Kereta api Rusia memiliki kualitas kecepatan yang baik dan kualitas perkembangannya sendiri,” sambungnya.

Selain itu, dalam negosiasi bersama Presiden Jokowi, Putin menyampaikan bahwa ada beberapa topik yang menjadi perhatian, termasuk di bidang kerja sama sumber daya manusia, budaya, pariwisata dan pertukaran pendidikan.

Bidang Kerja sama kemanusiaan lain yang menjadi sorotan Putin adalah menjanjikan perluasan kerja sama antar-kawasan dan dialog antaragama, mengingat bahwa Indonesia adalah negara Islam terbesar di dunia, dilihat dari jumlah penduduknya.

“Saya akan menyebutkan yang baru-baru ini, delegasi muslim Rusia berkunjung ke Jakarta,” ujar Putin.

PERNAH MUNDUR

1 2Laman berikutnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Check Also
Close
Back to top button