HL

Tokoh Kaltim Harus Masuk Badan Otorita IKN

Penetapan kepala Badan Otorita IKN memang menjadi hak prerogatif presiden.  Jokowi sudah mengumumkan empat nama yang menurutnya pantas memimpin IKN.

Balikpapan, nomorsatukaltim.com – Presiden Jokowi baru-baru ini mengumumkan nama resmi ibu kota negara (IKN); Nusantara. Selain itu, Jokowi juga mengumumkan empat nama calon yang akan memimpin Badan Otorita IKN.

Penetapan kepala Badan Otorita IKN memang menjadi hak prerogatif presiden.  Jokowi sudah mengumumkan empat nama yang menurutnya pantas memimpin IKN.

Baca Juga

Mereka adalah Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, Bambang Brodjonegoro mantan Menteri Riset dan Teknologi, Abdullah Azwar Anas mantan Bupati Banyuwangi, dan Tumiyana mantan Dirut  BUMN.

Keputusan nama itu mengundang respons banyak pihak. Salah satunya datang dari Izradi Zainal, tokoh Kaltim yang kini menjabat sebagai rektor Universitas Balikpapan (Uniba).

Pertama, ia mengomentari terkait nama Nusantara. Sebagai nama daerah yang ditetapkan untuk kawasan IKN.

Jika boleh usul, ia menginginkan nama yang lebih merepresentasikan wilayah IKN. Termasuk visi misi daerah yang ingin diwujudkan.

“Presiden sudah putuskan namanya Nusantara. Tidak ada masalah, kita terima dulu. Tapi nanti, sembari berjalan, saya harap bisa berubah,” ujar Isradi kepada Disway Kaltim, saat dihubungi via telepon, Kamis (20/1/2022) malam.

Ia punya usulan nama yang menurutnya lebih cocok untuk IKN. Nama itu adalah Paku Negara. Paku Negara adalah sebuah kesultanan kecil dari Kalimantan Barat.

Namun, nama Paku Negara yang dimaksudkan untuk nama IKN kali ini adalah sebuah akronim representasi wilayah.

Paku bisa digambarkan sebagai akronim dari Penajam dan Kutai. Dua daerah yang wilayahnya ditetapkan sebagai lokasi IKN sekarang. Sementara Negara adalah akronim dari negara, rimba, dan Nusantara.

Masing – masing nama itu juga memiliki makna tersendiri. Negara menggambarkan kawasan pemerintahan.  Rimba menggambarkan sebuah green forest city. Dan Nusantara menggambarkan wilayah kepulauan dan representasi Indonesia.

“Nusantara itu juga menggambarkan kekuatan kelautan kita. Kita tepat berada di dekat ALKI II. Yang bisa kita buat lebih hebat dari ALKI I,” jelas Isradi.

“Paku Negara adalah identitas Kaltim. Merepresentasikan visi misi IKN kedepan. Tanpa visi tidak mungkin bisa hebat,” tambahnya.

1 2Laman berikutnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Check Also
Close
Back to top button