HLMetropolis

Carut Marut Bisnis Listrik Kaltim

Samarinda, nomorsatukaltim.com – Carut marut krisis ketersediaan listrik berupaya dibenahi Pemprov Kaltim. Kali ini melalui Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) PT Listrik Kaltim.

Direktur Utama (Dirut) PT Listrik Kaltim, Supiansyah serius memaparkan rencana bisnis saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi II DPRD Kaltim, Selasa (18/1/2022).

Ada tujuh unit usaha yang hendak dikembangkan. Salah satu yang menjadi prioritas tahun ini adalah pengadaan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS).

Baca juga: 76 Tahun Indonesia Merdeka, 215 Desa di Kaltim Belum Rasakan Listrik

Nilai investasinya on grid sekitar Rp 15 miliar untuk 900 rumah di Kaltim. Dengan kapasitas masing-masing rumah 450 watt. Tapi itu tidak mutlak. Tergantung kapasitas listrik rumah masing-masing warga.

“Bisa jadi watt kecil ya berarti kecil juga, tergantung watt nya,” urainya usai rapat kepada nomorsatukaltim.com – Disway News Network (DNN).

Saat ini pihaknya masih berhitung dengan mitra kerja. Berapa detail kapasitas listrik yang akan diberikan, termasuk daerah-daerah mana yang akan didukung. Serta kajian-kajian bisnis dan lainnya.

Untuk langkah awal, Perusda berencana membuat PLTS di atap kantor pemerintahan provinsi. Jika proyek ini berhasil akan disusul di kabupaten/kota.

Saat ini ada sekitar empat investor yang menyatakan berminat berinvestasi. Namun Supiansyah belum bisa menuebut karena masih dalam tahap lelang serta kajian internal.

“Kita fokusnya PLTS dan desa-desa yang memerlukan listrik. Tapi kita juga lihat FS (feasibility study)-nya. Seperti jumlah penduduk dan sebagainya,” tambah Supiansyah.

Perusda juga memiliki bisnis penunjang lain. Seperti pengadaan suku cadang dan instalasi listrik. Untuk menunjang kebutuhan IKN, pihaknya menyasar bisnis instalasi untuk mengejar pasar.

“Mau ambil dan yang paling memungkinkan adalah PLTS.”

PT Listrik Kaltim juga diminta fokus menyediakan daerah yang belum teraliri listrik. Ada 215 desa yang belum teraliri listrik. Terbanyak di Kubar, Mahulu dan Berau.

“Kendala kami enggak ada modal. Kalau enggak ada modal kita cari investor,” ringkasnya.

Ketua Komisi II DPRD Kaltim, Veridiana Huraq Wang menegaskan BUMD tersebut punya tanggung jawab memenuhi daerah yang belum teraliri listrik. Dewan juga meminta BUMD buat program untuk menuntaskan krisis listrik di desa tersebut.

1 2Laman berikutnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button