HL

PKS ‘Gabut’, Rahmad Mas’ud Disebut

Iklan Ucapan Selamat Rektor Unmul

BALIKPAPAN, nomorsatukaltim.com – Para ‘terdakwa’ dalam kisruh Partai Keadilan Sejahtera  (PKS) Balikpapan mulai berani bersuara. Setelah Syukri Wahid, giliran Amin Hidayat. Politisi dari Dapil Balikpapan Utara itu menyenggol nama Rahmad Mas’ud.

Konflik di internal PKS Balikpapan makin meruncing. Para kader yang diajukan ke Mahkamah Penegakan Disiplin Organisasi (MPDO) mulai bersuara. “Dakwaan itu juga sama seperti apa yang ditujukan kepada Syukri Wahid. Saya juga sudah mengajukan keberatan. Saya mengajukan eksepsi atas tuduhan-tuduhan itu. Enggak bener semua,” ujar Amin Hidayat saat menghubungi Disway Kaltim, Rabu (27/10).

Ia menjelaskan seluruh dakwaan partai atas dirinya, mulai dari masalah bantuan kurban sampai pemilihan fraksi adalah tuduhan yang sama seperti yang ditujukan kepada Syukri Wahid.

Baca Juga

Hanya saja, Amin sangat keberatan dengan tuduhan lainnya. Yakni mengadakan suatu acara dengan Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud tanpa seizin partai.

“Bukti yang dilampirkan adalah foto tahun 2016. Dia (pelapor) mencatut dari Medsos saya. Padahal itu foto saya dulu waktu masih Ketua Jaringan Pengusaha Muslim Indonesia (JPMI) Kaltim,” ungkapnya.

Amin bilang, foto itu diambil waktu ia mengunjungi Rahmad Mas’ud ketika masih menjabat Wakil Wali Kota Balikpapan periode 2016-2021.

Saat itu Amin meminta kesediaan RM untuk menjadi salah satu pembicara dalam acara JPMI Kaltim yang akan diadakan di Hotel Pasific Balikpapan. “Foto itu yang diambil, dijadikan salah satu dakwaan oleh Slamet Samiadji (pelapor). Kalau Pak Syukri kan dilaporkan oleh Slamet Imam Santoso. Namanya sama-sama Slamet,” katanya, tertawa.

Menurutnya Amin Hidayat, dakwaan itu benar-benar ngawur. Sebab bukti foto yang dijadikan dasar laporan tidak valid. Ia menganggapnya sebagai suatu kebohongan publik.

“Saya juga disangkakan punya keanggotaan dobel. Keanggotaan Partai Gelora dan PKS. Tanpa ada bukti, kan? Sangkaan itu? Dan yang paling krusial itu, saya dilampirkan foto tahun 2016. Ini kader dakwah yang berbohong,” tukasnya.

Intinya, kata Amin, kemungkinan besar Ia juga tidak hadir dalam sidang mahkamah  terakhir terkait vonis yang direncanakan digelar pada 7 November mendatang.

Amin beralasan bahwa prosedur dalam sidang tersebut dinilainya melanggar hak-hak dasar dari hak asasi manusia atau HAM dan melanggar AD/ART kepartaian.

“Seluruh klonologisnya sama seperti SW. Tapi perbedaanya, saya menuntut balik kepada pelapor Slamet Samiadji. Kalau Pak SW menuntut Slamet Imam Santoso. Itu sudah saya layangkan pelaporannya,” imbuhnya.

Amin Hidayat saat ini tercatat sebagai anggota Komisi III DPRD Balikpapan. Ia membidangi Pembangunan, Lingkungan Hidup dan Perhubungan.

Pada Senin (25/10) lalu, Syukri Wahid, politikus senior PKS yang sudah tiga periode duduk di kursi dewan membeberkan tuduhan partainya.

Ia mengaku ‘diserang’ dengan 4 tuduhan.  Pertama dianggap melawan perintah partai berkenaan dengan instruksi Ketua DPD PKS Balikpapan tentang jumlah kurban Iduladha, yang harus berjumlah 2 ekor sapi.

“Sedangkan saya cuma 1 ekor sapi. Ini bagi saya satu hal yang aneh. Kenapa? Di dalam agama saja tidak diajukan, kenapa harus jadi dua ekor sapi. Apa lagi pandemi,” tukasnya.

1 2Laman berikutnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button