HLSamarinda

Terjerat Kasus Penipuan, Mantan Caleg Samarinda Divonis 2 Tahun

banner diskominfo kaltim

Said Rizalul Mukmin kini menelan ludah sendiri. Akibat perbuatannya menipu sesama rekan partai politiknya, mantan caleg itu kini harus meringkuk dalam sel tahanan. Hakim memvonisnya dengan hukuman dua tahun penjara.

nomorsatukaltim.com – Mantan kader dan Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Perindo Samarinda ini hanya bisa tertunduk saat mendengar vonis hakim, Kamis (3/6/2021) lalu. Majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Samarinda yang dipimpin Muhammad M Nur Ibrahim didampingi hakim anggota Hasrawati Yunus dan Agus Raharjo, menyatakan terdakwa secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana penipuan.

Atas perbuatannya itu, majelis hakim menjatuhkan hukuman pidana selama dua tahun kurungan penjara. Sebelum menjatuhkan vonis kepada terdakwa, majelis hakim dalam amar putusannya kembali membacakan perihal perkara yang menjerat mantan calon anggota legislatif (Caleg) Samarinda periode 2019-2024 ini.

Seperti yang diungkapkan di dalam fakta persidangan, disebutkan tindak pidana penipuan terdakwa Said berawal dari utang piutang usaha pertambangan batu bara pada 2018 silam. Kala itu, terdakwa dengan nomor perkara 215/Pid.B/2021/PN Smr tersebut, menemui rekannya, Felix Rissing Rantepadang. Ia juga salah satu anggota di partai politik yang ia naungi. Sekaligus mantan calon anggota DPR RI Daerah Pemilihan Kaltim 2019-2024.

Baca Juga

Kepada Felix, terdakwa mengaku sedang membutuhkan suntikan dana guna modal usaha pertambangan batu bara miliknya, sebesar Rp 1,5 miliar. Said yang hendak meminjam uang dengan jumlah besar itu pun, kemudian mengajak korban untuk menjalin kerja sama.

Hal itu diketahui merupakan cara terdakwa, agar korban mau untuk meminjamkan uang kepadanya. Jalinan kerja sama yang ditawarkan terdakwa kepada korbannya ini, diketahui dengan akan memberikan fee keuntungan kepada Felix sebesar Rp 20 ribu per tonnya. Tawaran kerja sama ini disampaikan terdakwa Said kepada korban saat melakukan pertemuan di salah satu hotel di Jalan Hasan Basri, Kelurahan Bandara, Kecamatan Sungai Pinang, Samarinda.

Untuk meyakinkan korban, terdakwa juga memberikan jaminan beberapa surat kepemilikan tanah, yang diakuinya dalam persidangan sebagai surat jaminan utang orang lain kepada terdakwa yang belum bisa terbayarkan. Selain itu, terdakwa juga menyertakan bukti surat kepemilikan alat berat ekskavator, agar korban bisa yakin dengan usaha tambangnya tersebut.

1 2 3Laman berikutnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button