HLSamarinda

Meski Hakim Beda Pendapat, Firman Terima Vonis 6 Bulan Penjara

Majelis hakim tak bersuara bulat dalam perkara yang menjerat Firman Rhamadan. Meski tetap divonis bersalah, salah satu hakim menyatakan mahasiswa salah satu perguruan tinggi di Samarinda ini tak bersalah. Saksi dari kepolisian disebut tak meyakinkan.

nomorsatukaltim.com – Firman Rhamadan, terdakwa perkara dugaan membawa senjata tajam (Sajam) di dalam aksi unjuk rasa penolakan Undang-Undang (UU) Omnibus Law atau Cipta Kerja (Ciptaker), dinyatakan terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Samarinda, Rabu (5/5/2021) sore.

Dalam amar putusannya, Ketua Majelis Hakim Edy Toto Purba yang didampingi Agus Raharjo dan Hasrawati Yunus sebagai hakim anggota, menjatuhkan hukuman enam bulan kurungan penjara kepada mahasiswa tersebut.

Disampaikan dalam amar putusan yang dibacakan oleh Agus Raharjo, pemuda 23 tahun itu diduga kedapatan membawa Sajam pada aksi unjuk rasa berujung ricuh, 5 November 2020 silam. Disebutkannya, aksi demonstrasi yang awalnya berjalan damai mendadak ricuh ketika waktu memasuki pukul 18.00 Wita.

Baca Juga

Kala itu telah terjadi gesekan antara aparat kepolisian yang sedang bertugas jaga, dengan massa aksi. Massa memaksa untuk masuk ke dalam halaman DPRD Kaltim yang sedang dijaga ketat oleh petugas. Gerbang setinggi empat meter yang sedari tertutup rapat, berusaha dirobohkan oleh para massa aksi.

Hingga akhirnya aparat kepolisian terpaksa menyemburkan air dari mobil water canon. Massa tak begitu saja menyerah. Segala cara dilakukan, agar dapat memasuki areal kantor dewan di Karang Paci itu. Hingga gerbang setinggi empat meter itu nyaris roboh.

Polisi kemudian mengambil tindakan tegas dengan menembakkan gas air mata ke udara. Akibatnya, massa langsung lari tunggang langgang. Di sisi lain, polisi berpakaian sipil langsung bertugas untuk meringkus satu persatu peserta aksi yang dianggap bertindak anarkis.

Di tempat terpisah, Firman bersama lima rekannya tergerak untuk maju. Berusaha menyelamatkan sejumlah rekannya yang sudah tertangkap petugas kepolisian. Tanpa disadari, dari arah belakang, Firman langsung ikut disergap oleh petugas bernama Reno.

Firman yang ditangkap dengan cara dipiting, sempat melakukan perlawanan. Saat itulah polisi berpakaian sipil tersebut mengaku telah mendapatkan Sajam jenis badik tergelak di atas tanah. Yang kemudian diduga merupakan milik Firman. Atas kejadian itu, Firman kemudian ditahan.

1 2 3Laman berikutnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Check Also
Close
Back to top button