HL

Tetap Haji Meski Pandemi

Iklan Ucapan Selamat Rektor Unmul

Duta Besar Kerajaan Arab Saudi untuk Indonesia, Esam A. Abid Althagafi memastikan ibadah haji tahun ini dibuka dengan sejumlah pembatasan. Pemerintah daerah menunggu kepastian jumlah kuota yang akan diberangkatkan. Keputusan ada di tangan Kementerian Agama.

Balikpapan, Nomorsatukaltim.com – Pada pernyataan yang ditulis media-media nasional pada Kamis (8/4), Duta Besar Kerajaan Arab Saudi untuk Indonesia Esam A. Abid Althagafi menjamin ibadah haji pada tahun ini dilaksanakan dengan sejumlah restriksi dan pengurangan jumlah jemaah. Hal itu dilakukan guna mengutamakan keselamatan semua masyarakat. Pemerintah Arab memprioritaskan jemaah haji Indonesia supaya bisa sampai dan kembali dengan tetap sehat dan selamat.

“Karena yang hadir paling banyak dari Indonesia sehingga kita pasti prioritas utama. Jumlahnya dikurangi jauh, tetapi diprioritaskan. Masih di bawah pandemi, masih protokol kesehatan, sosial distance, dan yang penting adalah kesehatan jemaah,” ujar Esam A. Abid Althagafi.

Terkait keputusan itu, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Kaltim, Masrawan mengaku sudah mengetahui kebijakan itu.

“Kalau soal kepastian, ini sudah pasti berangkat, tapi banyaknya jumlah yang diberangkatkan ini kami yang tidak tahu,” ujarnya, di sela-sela rapat Koordinasi Bidang Haji Kamenag Kaltim 2021, yang dihadiri Wakil Menteri Agama RI Zainut Tauhid Sa’adi, Kamis (8/4).

Menurut informasi yang ia terima, pemerintah pusat melalui Kemenag RI dan DPR RI yang akan menentukan persentase kuota calhaj yang akan diberangkatkan tahun ini. Jadwal keberangkatan kloter pertama dijadwalkan pada pertengahan Juni, mendatang. “Apakah nanti diputuskan pemberangkatan 100 persen atau 90 persen, 50 persen, kita masih menunggu saja keputusan dari menteri,” terangnya.

Jumlah Calhaj Kaltim mencapai 2.586 orang yang siap diberangkatkan tahun ini. Ia menyebut Kanwil Kemenag Kaltim tetap berkomitmen memberangkatkan calhaj yang seharusnya berangkat tahun lalu, yang sempat tertunda karena pandemi COVID-19 yang merebak secara global.

Adapun calhaj yang akan berangkat memiliki masa tunggu yang berbeda-beda. Bahkan kalau mendaftar saat ini, maka daftar tunggu keberangkatan bisa mencapai 30 tahun mendatang.

Masrawan juga menyebut Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) 1442 Hijriah/2021 juga belum diputuskan. Ia menyebut DPR RI yang akan memutuskan hal tersebut. Artinya kemenag belum bisa menetapkan apakah biaya haji tahun ini meningkat dari tahun sebelumnya. Adapun BPIH 2020 untuk calhaj asal Balikpapan, misalnya, berkisar di angka Rp 38 juta. Angka tersebut berbeda-beda di tiap daerah. Penetapan BPIH terkait dengan fluktuasi kurs mata uang dan terpengaruh jumlah kuota haji yang akan diberangkatkan. “Yang ingin saya tekankan, persiapan kita mulai dari pendaftaran, pemberangkatan sampai pemulangan sudah disiapkan oleh orang-orang kementerian agama,” terangnya.

Kepala Bidang Bina Haji Reguler dan Advokasi Kementerian Agama (Kemenag) Kaltim Kabul Budiono menjelaskan teknis persiapan penyelenggaran haji 2021.

Menurutnya Kemenag Kaltim tetap menyiapkan calon jamaah haji Kaltim sesuai kuota normal yakni 2.586 orang. Persiapan sudah dilakukan mulai dari kelengkapan dokumen hingga menggelar manasik secara virtual.
“Ada juga yang melakukan manasik haji tatap muka secara terbatas dengan menerapkan protokol kesehatan. Itu sudah dilakukan di beberapa kabupaten/kota,” katanya.

Persiapan keberangkatan lainnya yakni vaksinasi. Ia menyebut vaksinasi menjadi salahsatu syarat wajib bagi calhaj yang akan berangkat ke Arab Saudi. Ia menyebut selain aspek kelengkapan dokumen atau pelayanan dan pembinaan, Kanwil Kemenag Kaltim juga berusaha memersiapkan calhaj dari aspek perlindungan kesehatan.
“Mungkin kalau totalnya sudah sekitar 90 persen yang sudah divaksin. Tinggal 10 persen yang belum, kemungkinan karena ada riwayat-riwayat penyakit (komorbid) jadi belum bisa divaksin,”.

Terkait kemungkinan pembatasan kuota pemberangkatan haji, ia menyebut pihaknya sudah membuat daftar prioritas berdasarkan nomor urut kursi masing-masing calon jamaah haji. Sehingga jika nantinya Pemerintah Arab Saudi mengurangi kuota, maka pihaknya sudah memiliki langkah antisipasi sesuai dengan nomor urut kursi tersebut.

1 2Laman berikutnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button