Universitas Widya Gama Mahakam
HLSamarinda

Dituntut 7 Bulan, Wisnu Disebut Terbukti Melempar Batu

“Menyoal tuntutan tujuh bulan ini memang harus kami katakan ini sangat memberatkan sekali kepada terdakwa,” ucapnya.

Dalam hal perkara Wisnu ini, lanjut Indra, dari alat bukti yang disampaikan oleh jaksa penuntut umum, dianggap JPU sebagai hal yang telah memenuhi unsur terjadinya tindak pidana. Alat bukti yang dimaksud yakni visum dan saksi dari pihak kepolisian.

“Karenanya kami menganggap, bahwa status Wisnu sebagai mahasiswa semester akhir yang saat ini juga sedang fokus untuk menyiapkan diri menyusun skripsi ini yang terganggu,” ungkap Indra.

“untuk saat ini ya mudah-mudahan nanti majelis hakim bisa lebih mempertimbangkan soal status Wisnu sebagai mahasiswa di Unmul (Universitas Mulawarman) agar putusan akhirnya nanti tidak memberatkan kepada terdakwa Wisnu,” harap Indra.

Lebih lanjut dijelaskannya, menyoal substansi pembelaan, pihaknya akan menyiapkan beberapa pointer yang menjadi catatan. Seperti salah satu pasal yang didakwakan kepada terdakwa Wisnu, pasal 351 ayat 1 KUHP.

“Pasal penganiayaan ini yang menurut kami dari alat bukti terungkap selama fakta persidangan ini berjalan, ada tidak kesesuaian yang dilakukan oleh terdakwa Wisnu,” jelasnya.

Dijelaskan Indra, keterangan saksi yang terungkap selama persidangan ini berbeda-beda, antara saksi korban, saksi dua orang polisi yang menangkap, dan  seorang lagi saksi pihak kepolisian yang tidak bisa hadir. Mengenai bukti petunjuk, ungkap Indra, video pelemparan yang terjadi pada saat demonstrasi yang lalu ini tidak secara jelas memperlihatkan arah lemparan Wisnu itu langsung mengenai korban.

“Yang terjadi adalah posisi Wisnu saat melempar batu saja, jadi ini yang kami duga dari video yang ditayangkan secara visual pada saat kami mohonkan. Saat itu, tidak secara jelas arah lemparan batu terdakwa Wisnu ini mengenai korban, tidak terekam dalam rekaman video yang ditampilkan di ruang sidang,” tutupnya. (bdp/zul)

Laman sebelumnya 1 2

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button