HLSamarinda

Kata Saksi soal Ismu-Encek: Dekat dengan Rakyat, Peduli Kegiatan Agama

Di balik tindak rasuah yang telah dilakukan oleh Ismunandar dan Encek UR Firgasih, kedua terdakwa kasus suap infrastruktur di lingkungan Pemkab Kutim ini begitu dikenal sebagai sosok pasangan suami istri (pasutri) yang dekat dengan masyarakatnya.

nomorsatukaltim.com – TIDAK ada jarak, kerap hadir untuk membantu, serta tak membedakan golongan tertentu. Seperti itulah yang ingin coba digambarkan para saksi di dalam persidangan yang berlangsung secara daring di Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi (PN Tipikor) Samarinda, Senin (8/2/2021) siang.

Apa yang telah disampaikan oleh para saksi ini, diharapkan dapat meringankan hukuman bagi kedua terdakwa nantinya. Ketika majelis hakim yang memeriksa dan mengadili perkara mantan dua pejabat tinggi di Kutim tersebut, akan menjatuhkan putusan dalam waktu dekat ini.

Persidangan kasus penerimaan suap lima pejabat tinggi di Kutim yang menyeret Ismunandar cs, ini telah masuk dengan agenda A De Charge. Atau mendengarkan saksi meringankan para terdakwa. Ada sebanyak enam orang saksi yang dihadirkan oleh kuasa hukum kedua terdakwa. Tiga saksi dari terdakwa Ismunandar dan sisanya dari Encek UR Firgasih.

Untuk saksi dari terdakwa Ismunandar, adalah Emi Wati, Yesaya Poluan Pelleng, dan Sayid Sulaiman Al Idrus. Sedangkan saksi untuk terdakwa Encek UR Firgasih, ada Harsito, Junaidi, dan Priyanto. Dengan kembali menghadirkan dua terdakwa penerima suap, yakni Bupati Kutim nonaktif Ismunandar, dan sang Istri sekaligus mantan Ketua DPRD Kutim, Encek UR Firgasih sebagai pesakitan.

Pejabat eksekutif dan legislatif di Kutim ini didakwa menerima suap berupa uang maupun barang dari para rekanan swasta, dengan nilai keseluruhannya berjumlah Rp 22 miliar. Timbal balik dari sogokan yang mereka terima, dengan menghadiahi para rekanan swasta berupa paket pekerjaan proyek infrastruktur. Pasutri tersebut saat ini sedang ditahan di Rumah Tahanan (Rutan) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Jakarta.

Di awal persidangan, majelis hakim yang dipimpin Joni Kondolele, didampingi Ukar Priyambodo dan Lucius Winarno sebagai hakim anggota, lebih dahulu meminta keterangan saksi dari tiga terdakwa Encek UR Firgasih. Secara bergantian, Harsito, Junaidi, dan Priyanto, menyampaikan kesaksiannya, atas kinerja Terdakwa Encek yang kala itu menjabat sebagai ketua DPRD Kutim.

1 2 3 4 5Laman berikutnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Check Also
Close
Back to top button