HLSamarinda

Laporan Keuangan PT AKU Pernah Raih WTP

Perusahaan Daerah (Perusda) PT Agro Kaltim Utama atau PT AKU ternyata sempat menyandang predikat Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP). Namun wajar saja ternyata tak cukup. Justru ditemukan penyimpangan uang negara di dalamnya.

nomorsatukaltim.com – OPINI WTP disandang pemerintah maupun perusahaan, yang memiliki laporan keuangan sesuai pedoman dan standar akuntansi. Dan disandangnya predikat ini kepada PT AKU disampaikan dua akuntan publik, yang dihadirkan dalam lanjutan sidang korupsi perusahaan ini di Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi (PN Tipikor) Samarinda, Senin (25/1/2021).

Dua terdakwa kembali dihadirkan sebagai pesakitan dalam sidang daring ini. Adalah Yanuar, mantan Direktur Utama (Dirut), dan Nuriyanto, mantan Direktur Umum (Dirum) PT AKU. Mereka saat ini menjalani masa tahanannya di Rutan Kelas II A Samarinda.

Dua mantan pucuk pimpinan Perusda PT AKU ini didakwa melakukan tindak rasuah, terkait penyalahgunaan dana penyertaan modal Pemprov Kaltim sebesar Rp 27 miliar. Masih dengan agenda pemeriksaan keterangan saksi. Kali ini Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Tinggi Kaltim menghadirkan dua saksi kunci.

Baca Juga

Mereka adalah akuntan publik yang telah melakukan audit keuangan di Perusda PT AKU. Kedua saksi itu bernama Sukardi Hasan dan Henry. Untuk saksi Sukardi, diketahui telah melakukan audit internal secara independen di PT AKU pada 2008 lalu. Sedangkan saksi Henry, melakukan tugas audit di 2009 hingga 2010.

Sejak persidangan kembali dibuka untuk umum, majelis hakim yang diketuai Hongkun Ottoh dengan didampingi Abdul Rahman Karim dan Arwin Kusmanta sebagai hakim anggota, langsung mencecar sejumlah pertanyaan kepada mantan akuntan publik di Perusda PT AKU tersebut.

Di awal persidangan, secara bergantian Sukardi dan Henry ditanya majelis hakim perihal tugas mereka sebagai akuntan publik. Dijelaskan oleh masing-masing saksi, kala itu mereka diminta oleh kedua terdakwa melakukan audit terkait pengelolaan keuangan secara internal di Perusda PT AKU.

Kendati diminta untuk melakukan audit, namun kedua saksi mengaku tidak pernah bertemu ataupun mengenal kedua terdakwa. “Melakukan auditnya di Kantor Perusda PT AKU. Saat itu saya hanya menurunkan tim saya sebanyak tiga orang. Proses audit ini berjalan selama satu bulan,” terang Sukardi menjawab pertanyaan majelis hakim.

1 2 3 4 5Laman berikutnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button