HLNasional

Aset Milik Mantan Bupati Rita di Villa Tamara Disita KPK

banner diskominfo kaltim

Rita Widyasari. (ist)

Jakarta, DiswayKaltim.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyita aset berupa tanah dan bangunan di Villa Tamara, Samarinda, Kalimantan Timur. Penyitaan tersebut terkait penyidikan kasus Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) dengan tersangka mantan Bupati Kutai Kartanegara Rita Widyasari (RIW).

Terkait penyitaan aset tersebut, KPK memeriksa seorang saksi atas nama Roni Fauzan dari unsur swasta untuk tersangka Rita di gedung KPK, Jakarta, Rabu (24/7/2019). Selain itu, KPK juga memeriksa lima saksi yang dilakukan di Aula Polresta Samarinda, Kota Samarinda, Kalimantan Timur.

Baca Juga

“Pada pemeriksaan hari ini, penyidik melakukan penyitaan terhadap aset tersangka RIW dalam kaitannya dengan kasus TPPU. Aset yang disita berupa adalah tanah dan bangunan di Villa Tamara, Samarinda,” kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah di Jakarta, Rabu (24/7/2019).

Sebelumnya, KPK telah menyita aset-aset milik Rita senilai Rp70 miliar berupa rumah, tanah, apartemen, dan barang lainnya. Untuk diketahui, KPK saat ini masih melakukan penyidikan untuk tersangka Rita terkait TPPU.

Seperti diketahui, Rita telah dieksekusi ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Pondok Bambu setelah dijatuhi hukuman 10 tahun penjara oleh Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta pada 6 Juli 2018.

Rita terbukti menerima gratifikasi sebesar Rp110.720.440.000 dan suap Rp6 miliar dari para pemohon izin dan rekanan proyek. Sebelumnya, Jaksa Penuntut Umum KPK menuntut Rita dijatuhi pidana penjara selama 15 tahun ditambah denda sebesar Rp750 juta subsider 6 bulan kurungan karena terbukti menerima gratifikasi Rp248,9 miliar dan suap Rp6 miliar dari para pemohon izin dan rekanan proyek selama 2010-2017.

Namun dalam vonis, hakim mengatakan Rita hanya terbukti menerima gratifikasi sebesar Rp110.720.440.000 dan suap Rp6 miliar dari para pemohon izin dan rekanan proyek.(ant/indopos/eny)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button