FeatureHL

Imlekan Ala Jos Soetomo

Berbicara soal Imlek, masyarakat Kalimantan Timur tak akan bisa lepas dari tokoh ini. Pengusaha senior, filantropis, dan berjejaring luas.

nomorsatukaltim.com – Haji Moehammad (HM) Jos Soetomo. Ia memastikan ejaan, ketika Disway Kaltim dan nomorsatukaltim.com meminta konfirmasi.  Pak Jos (dibaca Yos) begitu ia akrab disapa. Merupakan penggagas berdirinya Forum Komunikasi Persaudaraan Masyarakat Kalimantan Timur (FKPMKT) pada tahun 1999.

Ia juga aktif di beberapa organisasi kemasyarakatan. Salah satunya, sebagai Dewan Pembina Forum Kebangsaan Kaltim. Yang membawahi beberapa organisasi kedaerahan.

Baca juga: Imlek di Kaltim Tanpa Perayaan

Baca Juga

Ia tidak hanya dikenal sebagai pengusaha sukses yang memiliki gurita bisnis di berbagai bidang. Terutama, di bidang perkayuan dan perhotelan. Namun, ia juga dikenal sebagai tokoh yang memiliki komitmen yang tinggi pada persatuan dan pembangunan daerah.

Sebagai salah satu dari 150 orang terkaya di Indonesia. Jos juga dikenal sebagai seorang filantropi. Namanya tercatat sebagai dewan penyantun di beberapa perguruan tinggi dan rumah sakit. Ia juga mendirikan yayasan yang bergerak dibidang pendidikan. Di antaranya Yayasan Sumber Mas dan Yayasan Fastabiqul Khairat.

Meski dikenal nasionalis. Jos Soetomo tak melupakan asal-usulnya. Sebagai warga berdarah Tionghoa. Pemilik nama asli, Chiang Ching Tek ini, masih memegang teguh tradisi luhur bersama keluarga besar. Termasuk dalam perayaan Tahun Baru lmlek. Kondisi pandemi COVID-19 pun tak menghalangi perayaan tahun kerbau ini.

“Pakai handphone tetap kita jalan kan silaturahmi. Zaman sekarang kan begitu. Yang penting rajin jangan malas. Fisik boleh corona, tapi mental jangan corona,” ungkap Jos, Kamis (11/2/2021) di Hotel Bumi Senyiur Samarinda.

“Seperti kata orang Jawa bilang, mangan ra mangan sing penting ngumpul,” kelakarnya.

Jos berharap, semangat tahun baru Imlek dapat dirasakan semua pihak. Tak terbatas hanya pada masyarakat Tionghoa. Imlek kata Jos membawa hikmah kebersamaan. Yang harus disebarkan kepada seluruh masyarakat lintas suku dan budaya.

1 2Laman berikutnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button