Pajak

Penerimaan Pajak Kaltimtara Tumbuh 7,53 Persen

Balikpapan, nomorsatukaltim.com – Penerimaan pajak di Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara pada 2021 mengalami pertumbuhan positif bila dibandingkan tahun sebelumnya.

Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Ditjen Pajak (DJP) Kalimantan Timur dan Utara Max Darmawan menyebut penerimaan pajak secara nasional mencapai 103 persen, sementara di Kanwil DJP Kalimantan Timur dan Utara tercapai 95,11 persen atau sama dengan Rp 18,4 triliun.

“Kita bersyukur dengan segala perjuangan, tercapai 95,11 persen. Dari target Rp 19,3 triliun, terkumpul kurang lebih Rp 18,4 triliun. Kalau dibandingkan 2020, ada pertumbuhan positif 7,53 persen,” ujar Max, di sela-sela Media Gathering Kanwil DJP Kalimantan Timur dan Utara di Sky Bar, Hotel Gran Senyiur Balikpapan, Rabu 19 Januari 2022.

Baca Juga

Max menyebut penerimaan pajak jenis pajak utama pada 2021 lalu, sebagian besar masih mengalami penurunan. Khususnya jenis pajak penopang terbesar yaitu, PPh Pasal 21 -0.65 persen, PPh Final -21.73 persen, PPh Badan -34.35 persen.

Di mana restitusi yang besar dari sektor pertambangan. “Karena kita ketahui banyak perusahaan atau wajib pajak badan memang terdampak luar biasa terhadap pandemi,” katanya.

Namun terdapat beberapa jenis pajak yang tumbuh positif yaitu, PPN Dalam Negeri (DN) mencapai 25.10 persen, PPh Pasal 22 mencapai 47.57 persen, PPh Pasal 23 sebesar 2.73 persen, PPh OP mencapai 57.10 persen, serta PPN Impor mencapai 46,08 persen.

Adapun kontribusi 5 sektor dominan Kanwil DJP Kalimantan Timur dan Utara berdasarkan penerimaan netto pada 2021 sebesar 82.87 persen.

Di mana sektor pertambangan masih menjadi primadona pemasukan pajak mencapai 30,91 persen atau senilai Rp 5,69 triliun. Nilainya bertumbuh 14,93 persen dari penerimaan pajak pada 2020. “Kita punya batu bara, memang kontribusinya terbesar. Pertumbuhannya juga bagus 14,93 persen,” katanya.

 

Selain itu ada empat sektor lainnya yang mengalami pertumbuhan positif yakni perdagangan, industri pengolahan khususnya sawit, serta sektor pertanian, kehutanan dan perikanan yang mengalami pertumbuhan positif terbesar yaitu 39.96 persen atau sebesar Rp 542.23 miliar.

Di sisi lain, terdapat 1 sektor dominan yang mengalami pertumbuhan negatif yaitu sektor konstruksi yang mengalami pertumbuhan negatif sebesar 4.10 persen atau sebesar 76.86 milliar.

1 2Laman berikutnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Check Also
Close
Back to top button