Pajak

Baru Dimulai, Pengungkapan Pajak Sukarela Capai Rp 7,19 Miliar

Balikpapan, nomorsatukaltim.com – Baru berjalan 18 hari, realisasi Program Pengungkapan Pajak Sukarela (PPS) sudah mencapai Rp 7,19 miliar dengan jumlah nilai harta bersih sebesar Rp 56 miliar.

PPS 2022 yang sudah berjalan sejak 1 Januari 2022 dan akan berakhir pada akhir Juni 2022 itu, merupakan kesempatan bagi para Wajib Pajak (WP) untuk melaporkan nilai harta bersihnya atau kewajiban perpajakan yang belum dipenuhi secara sukarela melalui pembayaran PPh berdasarkan pengungkapan harta.

“Ternyata sudah banyak ya, ada 73 Wajib Pajak (WP) di Kalimantan Timur dan Utara yang memanfaatkan PPS, ini akan meningkat terus karena yang lain masih menghitung berapa hartanya yang belum diungkapkan,” ujar Kepala Kantor Wilayah Ditjen Pajak (Kanwil DJP) Kalimantan Timur dan Utara, Max Darmawan, dalam Media Gathering di Sky Bar Hotel Gran Senyiur Balikpapan, Rabu 19 Januari 2022.

Baca Juga

Ia mengutarakan bahwa program ini seperti Tax Amnesty yang dilakukan pemerintah pada 2016 lalu. “Kalau kita ingat, Tax Amnesty di tahun 2016. Itu kan dikasih 3 periode, berjalan 9 bulan. Kalau ini satu periode saja, berjalan selama 6 bulan,” ujar Max.

Perbedaan antara Tax Amnesty 2016 lalu, kata dia, semakin cepat para WP melakukan kewajibannya membayar pajak, maka tarifnya semakin kecil. Namun semakin besar bila dilakukan pada akhir-akhir periode.

Namun berbeda dengan program PPS 2022 ini, di mana selama rentang periode yang telah ditentukan, tarifnya tetap sama. “Ternyata sampai dengan hari ini, walaupun Januari belum berakhir, sudah banyak wajib pajak yang memanfaatkan PPS,” katanya.

Menurutnya antusias WP mengikuti program ini, dikarenakan isu pengampunan pajak kedua sudah lama ditunggu-tunggu. Program ini adalah bagian dari Undang-Undang (UU)  Harmonisasi Peraturan Perpajakan (HPP) nomor 7/2021, yang baru disahkan 29 Oktober 2021 lalu.

“Biasanya sih, mendekati akhir (periode) orang berbondong-bondong. Nanti kita gencar melakukan sosialisasi,” katanya.

Menurutnya proses pengurusan PPS kini dimudahkan, hanya perlu diakses melalui aplikasi. Tidak perlu langsung datang ke kantor KPP Pratama atau Madya. “Jadi tidak ada lagi antrean, paling kalau ada, itu untuk konsultasi pajak,” katanya.

1 2 3Laman berikutnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Check Also
Close
Back to top button