Universitas Widya Gama Mahakam
Ekonomi

PLTU Berau Tekan Emisi dengan Limbah Cangkang Sawit  

Daniel menjelaskan, pelaksanaan co-firing cangkang sawit dan batu bara di PLTU Berau telah berlangsung sejak Mei 2021 dengan memanfaatkan limbah cangkang sawit lebih dari 500 ton.

Menurutnya, program ini tersebut mampu mengurangi penggunaan batu bara pada pembangkit listrik. Dalam skala besar dan jangka panjang akan menurunkan emisi yang dihasilkan dari pengoperasian PLTU.

“Cangkang sawit memiliki nilai kalori yang lebih tinggi dibandingkan nilai kalori batu bara yang digunakan di PLTU Berau, sehingga secara teknis program co-firing juga mendukung dalam peningkatan efisiensi PLTU PLN,” jelas Daniel.

Baca Juga

Kemudian, dalam menjaga kontinuitas pasokan cangkang sawit, Daniel mengungkapkan pihaknya telah menjalin kerja sama dengan koperasi dan masyarakat setempat.

Harapannya, program co-firing juga membawa dampak positif terhadap perekonomian masyarakat Berau terutama dalam pemanfaatan limbah hasil perkebunan rakyat.

Selain turut meningkatkan kontribusi energi terbarukan pada bauran energi nasional, co-firing juga berdampak positif kepada pengembangan ekonomi kerakyatan dalam bentuk creating shared value (CSV).

Di mana tercipta peluang lapangan kerja dan bisnis di sektor biomassa, khususnya yang berbasis sampah dan limbah sebagai pengganti bahan bakar fosil pada PLTU. (red/dis)

Laman sebelumnya 1 2

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button