Ekonomi

Pasca Ramadan Okupansi Hotel Diprediksi Naik, Terimbas Kegiatan IKN Nusantara

BALIKPAPAN – Lonjakan kasus Covid-19 pada Februari lalu membuat okupansi hotel di Balikpapan mengalami penurunan.

“Sejak ada lonjakan kasus Covid-19 lalu memang ada penurunan di bulan Februari,” ujar Wakil Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Balikpapan, Sugianto, Sabtu (2/4/2022).

Namun demikian, sejak minggu kedua bulan Maret lalu okupansi hotel sudah mulai merangkak naik kembali karena lonjakan kasus Covid-19 yang mulai mereda.

“Saat ini rata-rata okupansi hotel sudah sekitar 60 persen yang ada di Kota Balikpapan,” ujarnya, kepada nomorsatukaltim.comDisway Kaltim.

Memasuki bulan Ramadan ini, Sugianto menyampaikan biasanya okupansi hotel di Balikpapan akan mengalami penurunan kembali.

Tetapi, Sugianto optimis setelah Lebaran nanti okupansi hotel akan kembali normal atau bahkan mengalami kenaikan.

“Masuk bulan April ini dan kebetulan juga bulan Ramadan biasanya akan cenderung menurun, tetapi setelah Lebaran kami optimis okupansi akan terus naik,” tambahnya.

Penambahan okupansi pasca Ramadan ini bukan tanpa alasan, hal ini mengingat banyaknya kegiatan di kawasan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara yang selalu dihadiri pejabat dan tamu undangan dari berbagai wilayah di Indonesia.

“Sejak PPU ditetapkan kadi IKN tamu-tamu sudah banyak menginap di Balikpapan. Jadi IKN juga salah satu pendorong okupansi hotel saat ini,” tutupnya. (bom/eny)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button