Ekonomi

Gernas BBI Dibuka Sejumlah Menteri

Samarinda, nomorsatukaltim.comPencanangan Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (Gernas BBI) Kaltim resmi diluncurkan. Program pemerintah itu bertujuan men-trigger kecintaan terhadap produk lokal. Sejumlah menteri Kabinet Indonesia Bersatu Jilid II hadir di Plenary Convention Hall Samarinda.

Ketua Tim Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (Gernas BBI) Luhut Binsar Pandjaitan hadir di Samarinda untuk membuka secara resmi inisiastif Kementerian Desa PDTT dan PT Pertamina (Persero) tersebut.

“Saya berharap kita semua bisa mendorong UMKM di daerah untuk bisa masuk e-commerce, sehingga mendorong kebangkitan ekonomi kerakyatan. Makanya, Bapak Presiden sangat konsen terhadap hal ini. Ayo kita kerja bahu membahu, kerja bersama dan kerja tim untuk membangkitkan ekonomi melalui penguatan UMKM,” sebut purnawirawan TNI Angkatan Darat itu.

Baca Juga

Untuk diketahui, Gernas BBI merupakan agenda nasional yang disahkan melalui Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 15 tahun 2021 tentang Tim Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia atau Gernas BBI. Menkomarves Luhut Binsar Pandjaitan ditunjuk untuk bertanggungjawab sebagai ketua tim Gernas tersebut.

Gerakan ini disebut sebagai langkah strategis pemerintah untuk mendorong kembali pertumbuhan perekonomian nasional pasca Pandemi COVID-19.

Secara teknis, Gernas BBI dirancang untuk menstimulus masuknya pelaku usaha kecil menegah (UKM) ke dalam platform digital. Hal itu untuk memperluas akses pasar bagi pengusaha di sektor tumpuan ekonomi ini.

Luhut bilang, UKM dan UMKM tak bisa dianggap remeh dalam memberi kontribusi pada perekonomian negara. Menurutnya, mendorong UKM dan UMKM masuk ke dalam pasar terbuka di ruang virtual adalah strategi jitu membangkitkan usaha kerakyatan.

Gernas BBI mulai diluncurkan pemerintah pusat sejak Mei 2020. Hingga kini, gerakan itu telah mendorong sedikitnya 16 juta pelaku UMKM platform pasar digital. Dari 30 juta yang ditarget pemerintah pada 2024.

Dalam pelaksanaannya di Kaltim, peluncuran program yang bertajuk Go Borneo, Percaya Desa, Karena #Desa Bisa diharapkan Luhut dapat mendorong pelaku UKM dan UMKM segera berbondong-bondong masuk ke platform digital.

“Kaltim ini merupakan daerah yang terus berkembang, dan banyak produk atau komoditi bisa dipasarkan secara global. Salah satunya, komoditi lidi sawit tadi. Semoga dengan peluncuran Go Borneo ini bisa mendukung pencapaian target di 2024, yaitu sebanyak 30 juta UMKM yang masuk ke platform digital,” katanya.

Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Abdul Halim Iskandar dalam sesi wawancara mengungkapkan, peluncuran Gernas BBI Go Borneo kemarin setidaknya telah mengakomodasi sekitar 8.000 produk mitra binaan UMKM dan BUMDes yang ada di Kaltim. Dengan 220 unit UMKM dan BUMDes telah masuk dalam platform e-commerce dan terlibat dalam SMEXPO 2021.

Ia menegaskan, pencapaian itu merupakan hasil kolaborasi Kemendes PDTT selaku brand ambassador dan Pertamina selaku Top Brand, serta didukung penuh Kemenko Marinves dan Pemprov Kaltim.

“220 unit UMKM telah dikurasi berdasarkan kualitas produk terbaik bahkan beberapa di antaranya merupakan produk yang layak ekspor,” kata Adik Kandung Muhaimin Iskandar.

Menteri Desa PDTT merinci, Gernas BBI GO Borneo juga melibatkan sekitar 1.450 pekerja di dalam UMKM dan BUMDes pada SMEXPO 2021. Go Borneo membina empat unit BUMDes yang memproduksi lidi sawit, lidi nipah dan arang kayu halaban yang telah di eskpor ke beberapa negara seperti Kanada, Kuwait dan menyusul China.

1 2Laman berikutnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Check Also
Close
Back to top button