Pelaku Usaha Berharap Kebijakan PPKM Tidak Berubah

Samarinda, nomorsatukaltim.comMeski kasus positif COVID-19 telah melandai, eskalasi pembatasan diturunkan, para pelaku sektor pariwisata masih menyimpan kekhawatiran. Dan sedikit trauma imbas berubah-ubahnya kebijakan. Mereka berharap ada kestabilan kebijakan. Untuk memberi kenyamanan dan ketenangan berusaha bagi para pelaku di sektor ini.

“Sebagai pengusaha ini kita masih deg-degan. Karena kebijakan masih terus berubah. Apalagi industri pariwisata sangat terpengaruh yang setiap kali berubah. Dinaikkan-diturunkan,” kata Dian Rosita, ketua Perhimpunan Usaha Taman Rekreasi Indonesia (PUTRI) Kaltim, kepada Disway Kaltim, Senin (4/10/2021).

“Kita harap situasi sudah terkendali, dan tidak naik lagi. Karena kalau naik lagi itu akan berdampak buruk bagi kami,” dia menambahkan.

Berita terkait: Level PPKM Kaltim Turun, Relaksasi Jangan sampai Kebablasan

Namun begitu, dia membeber, bahwa penerapan PPKM pada level lebih rendah di Samarinda selama empat pekan terakhir mulai menunjukkan perbaikan pada sektor usaha pariwisata. Setidaknya dalam dua pekan terakhir. Setelah Kota Tepian lepas dari gangguan cuaca ekstrem yang menyebabkan banjir. Dan menghambat usaha mereka.

“Kita baru dua minggu terakhir mengalami kenaikan tingkat kunjungan yang cukup signifikan. Yang di dua minggu pertama di Samarinda cuacanya ekstrem. Jadi tidak terjadi kenaikan. Bahkan teman-teman ada yang tidak bisa buka. Terutama di wikayah utara. Karena banjir. Sementara di Samarinda destinasinya banyak di utara,” paparnya.

Dari sisi kebijakan, Dian menjelaskan, bahwa otoritas setempat telah memperbolehkan pembukaan teman-teman rekreasi dengan batasan kapasitas pengunjung 50 persen dari yang tersedia. Kemudian mereka diperbolehkan membuka usaha hingga pukul 21.30. Dan diwajibkan menerapkan protokol kesehatan ketat. Yang di antaranya penggunaan masker, hand sanitizer, jaga jarak dan sebagainya.

“Level 2 ini ada pengaruhnya. Tapi itu juga kunjungannya belum sampai 50 persen seperti yang diperbolehkan. Kerena baru mulai. Hanya saja dua minggu terakhir mulai positif. Pengunjung bertambah. Terutama saat weekend. Memang kita pantau Samarinda Kukar ada perbaikan,” tutur Dian Rosita.

“Mungkin karena masyarakat sekarang sudah menganggap berwisata itu sebagai kebutuhan pokok,” lanjutnya lagi.

Dian bersama pelaku usaha yang tergabung di PUTRI berharap kepada pemerintah agar ada kestabilan kebijakan. Sehingga hal itu dapat menjamin kelancaran usaha mereka.

“Supaya kami bisa memikirkan ide-ide kreatif yang lain. Sehingga situasinya kita nyaman untuk berusaha. Karena kita sudah merasakan naik turun kebijakan. Kalau sudah tiba-tiba disuruh tutup, rasanya seperti di hempas.”

“Kita berharap pemerintah daerah bisa men-support industri pariwisata. Supaya Industri ini hidup lagi. Kalau bisa bersama-sama. Insyaallah ini bisa jalan dengan baik,” tutupnya.

Kunjungan Mal Naik 40 Persen

Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APBI) Kaltim, Aries Adriyanto memberi gambaran yang sama. Ia mengatakan, pemberlakuan PPKM Level 2 di Samarinda telah memberi pengaruh pada tingkat kunjungan ke pusat-pusat perbelanjaan. Yang disebut mengalami kenaikan 35-40 persen.

Itu karena, operasional pusat-pusat belanja telah berlaku normal, kata dia. Mereka diperbolehkan beroperasi mulai pukul 10.00 pagi hingga 22.00 malam.

“Karena PPKM sudah level 2 kan. Terus cinema sudah boleh operasional sejak minggu kemarin. Itu salah satu pemicunya,” ucap Aries.

Sementara di Balikpapan, jelasnya, hanya sempat mengalami kenaikan saat tol Balsam dioperasikan 100 persen. Kenaikan jumlah pengunjung pada fase itu disebut mencapai 48 persen. Selebihnya, kembali pada fase normal dengan tingkat kunjungan di kisaran 20 persen.

“Itu karena kita masih di level 4, mal operasional sampai jam 8 malam,” sebutnya.

Kebijakan PPKM Level 4, kata dia, selain membatasi jam operasional, juga mengatur skema pembatasan bagi resto-resto di dalam pusat perbelanjaan. Mereka hanya diberi kapasitas makan di tempat maksimal sebanyak 25 persen. Sedangkan bioskop dan arena permainan anak, belum diperbolehkan untuk dibuka.

Aries berharap, kebijakan terbaru yang akan diberlakukan hari membawa kabar gembira bagi pelaku usaha sektor ini. “Semoga cinema sudah bisa buka. Masyarakat sudah menanti untuk menonton,” katanya.

Ia optimistis, jika terjadi penurunan level PPKM, akan membantu mendongkrak kembali kunjungan ke pusat perbelanjaan. “Meskipun landai tidak apa-apa lah. Yang penting bisa naik,” pungkas Aries. DAS/ENY

Leave A Reply