Jagung Melimpah, Kaltim Butuh Pabrik Pakan Ternak

KUKAR, nomorsatukaltim.com  – Komoditas jagung yang berlimpah di Kaltim harus dilirik sebagai peluang membangun pabrik. Karena jagung sebagai bahan baku utama pakan ternak ini sangat menjanjikan. Selain memiliki pasar yang jelas, juga perlakuan produksi, mulai proses penanamannya yang tidak begitu spesifik.

Kukar adalah salah satu daerah di Bumi Etam yang hasil panennya selalu melimpah. Harga jual dari petani juga lumayan tinggi. Saat ini mencapai Rp 6 ribu per kilogramnya.

Revolusi jagung digadang-gadang menjadi program sukses. Harapan itu disampaikan Bupati Kukar Edi Damansyah kepada petani yang hadir dalam Panen Raya Jagung Nusantara, dalam rangkaian Hari Tani Indonesia, di Gunung Wang, Kelurahan Loa Ipuh, Tenggarong. Edi berjanji membangun infrastruktur pengairan ke kawasan pertanian jagung masyarakat.

“Tadi sudah saya minta kepada kepala Dinas Pertanian untuk 2022, kita bantu beberapa unit mesin pompa,” ungkap Edi Damansyah pada Disway Kaltim, Rabu (29/9/2021).

Sebagai infrastruktur penunjangnya, bakal dibangun 120 embung, juga 12 ribu km jalan usaha tani. Untuk jalan usaha tani, terus bertahap akan diperbaiki tiap tahunnya.

Selain itu, juga kebutuhan alat mesin pertanian (alsintan), dan kebutuhan akan bibit dan pupuk. Serta pendampingan tenaga pembina.

Berbicara kemungkinan membangun pabrik, dijelaskan Edi jika sudah berkomunikasi dengan beberapa pengusaha. Terutama yang bergerak di bidang pakan ternak hewan.

Untuk memastikan kolaborasi ini sukses, Edi pun memerintahkan OPD terkait bisa mencari tahu apa yang menjadi kebutuhan mendesak para petani jagung. Dengan cara terjun langsung ke lapangan. Sehingga ketika membuat perencanaan, yang benar-benar menampung kebutuhan para petani.

“Jadi tidak banyak perencanaan yang mubazir dan tidak bermanfaat,” lanjut Edi lagi.

Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Kukar, Sutikno menyebut, jagung produksi petani Kukar diserap oleh pabrik pakan ternak di Kalimantan Selatan (Kalsel), dan Jawa.

“Untuk Kaltim dan Kalsel pasar utama jagung kita saat ini,” tambah Sutikno.

Menanggapi infrastruktur penunjang, dikatakan Sutikno bakal dialokasikan sebesar Rp 40 miliar lebih pada 2022 mendatang. Masuk dalam program itu 120 embung dan 12 ribu km jalan usaha tani yang dikerjakan bertahap.

Anggaran tersebut diutamakan untuk 5 kawasan sentra pertanian. Yakni di Kecamatan Tenggarong, Sebulu, Muara Kaman, Tenggarong Seberang, Loa Kulu.

Sementara kawasan pertanian di luar lima kawasan ini bakal ditopang melalui anggaran Dana Alokasi Khusus dari APBN dan Bankeu Provinsi Kaltim. “Jadi Insyaallah 2022 paling banyak dilakukan,” lanjut Sutikno.

Gubernur Kaltim Isran Noor yang turut hadir pun menanggapi keinginan Pemkab Kukar untuk mendirikan pabrik pakan ternak. Isran menyambut baik bahkan rencana itupun diakui sudah diwacanakan sejak dulu. Namun lagi-lagi kendala jadi alasan tidak terealisasinya rencana tersebut.

Seperti banyak persyaratan yang harus dipenuhi untuk membangun pabrik. Seperti tersedianya bahan baku produksi pakan ternak. Meski saat ini produksi jagung melimpah, perlu bahan baku lainnya. Seperti bahan baku dedak, kedelai, tepung ikan. Dan itu belum bisa terpenuhi.

“Artinya kini kita hanya kirim keluar Kaltim, karena belum ada industri pengolahan pakan ternak,” pungkas orang nomor satu di Kaltim itu. MRF/ENY

Leave A Reply