Ekonomi

Balai Karantina Pertanian Balikpapan Lepas Ekspor Rp 746,8 Miliar

Balikpapan, nomorsatukaltim.com – Sektor pertanian adalah salah satu yang mampu bertahan. Meski banyak sektor ekonomi lain terdampak pandemi COVID-19. Ketahanan sektor pertanian terbukti dengan nilai ekspor yang terus naik. Secara nasional, tahun lalu mencapai Rp 451,8 triliun. Angka itu naik 15,79% dibanding 2019 yang totalnya Rp 390,16 triliun.

Pada Sabtu (14/8/2021) pekan lalu, Kementerian Pertanian melalui Balai Karantina Pertanian Balikpapan melepas ekspor komoditas minyak sawit, palm kernel oil, RBD palm olein, RBD palm stearin dengan total 47.900 ton.

Komoditi lainnya adalah kayu lapis, kayu veneer, kayu olahan sengon, kayu albasia dengan total 3.480,55 meter kubik dan kayu chips akasia sebanyak total 45.000 ton. Dari ekspor yang dilepas tersebut menghasilkan nilai ekonomi sebesar Rp 746,8 Miliar.

Adapun negara tujuan ekspor adalah Tiongkok, India dan Amerika Serikat. Pelepasan ekspor dilakukan pada acara Merdeka Ekspor yang dicanangkan oleh Kementerian Pertanian. Dalam rangka menyambut perayaan Hari Ulang Tahun ke-76 Republik Republik. Acara dilaksanakan di PT Kutai Refinery Nusantara (KRN).

Baca Juga

Kepala Karantina Pertanian Balikpapan, Ridwan Alaydrus mengungkapkan bahwa kegiatan Merdeka Ekspor 2021 sangat strategis. Dengan begitu,  stakeholder mampu membaca peluang untuk terus meningkatkan produksi usaha.

“Kegiatan ini diharapkan dapat memotivasi masyarakat luas. Agar masyarakat tetap optimis bahwa di masa pandemi ini perekonomian di Indonesia tetap tumbuh,” kata Ridwan Alaydrus.

Di Balikpapan, menurutnya sektor pertanian tetap tumbuh dengan melihat realisasi ekspor komoditas pertanian. “Sektor pertanian melalui ekspor komoditas pertanian yang pada giat ini mencapai 746,8 Miliar, ” ujar Ridwan.

Merdeka Ekspor merupakan program yang digagas oleh Kementerian Pertanian.  Untuk melakukan pelepasan ekspor di tujuh belas tempat pengeluaran di seluruh wilayah Indonesia. Kegiatan ini dilaksanakan serentak dipimpin langsung oleh Presiden Joko Widodo.

Dalam kesempatan itu, Presiden Joko Widodo mengatakan bahwa semester I 2021 dari Januari sampai Juni, ekspor mencapai Rp 282,86 triliun. Jumlah itu naik 14,05 persen dibanding periode yang sama 2020, yaitu sebesar Rp 202,05 triliun.

“Peningkatan ekspor komoditas pertanian tersebut turut berdampak pada peningkatan kesejahteraan petani. Hal tersebut antara lain ditunjukkan dengan nilai tukar petani yang terus membaik,” tutur Presiden Joko Widodo saat melepas Merdeka Ekspor Pertanian Tahun 2021 secara virtual dari Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat.

Berdasarkan data, Juni 2020 nilai tukar petani berada di angka 99,60. Secara konsisten meningkat hingga Desember 2020 mencapai 103,25 dan Juni 2021 mencapai 103,59.

“Menurut saya ini sebuah kabar yang baik yang bisa memacu semangat petani-petani kita untuk tetap produktif di masa pandemi,” jelas Presiden.

Presiden juga meminta para kepala daerah untuk menggali potensi ekspor di daerahnya masing-masing. Di mana komoditas-komoditas pertanian yang potensial untuk dikembangkan segera digarap. Tak hanya itu, Jokowi juga meminta agar petani diperkuat dengan akses permodalan, inovasi teknologi, dan pendampingan.

1 2Laman berikutnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button