Ekonomi

Perusahaan Asal Balikpapan PT Surya Biru Murni Acetylene Bersiap Go Public

Balikpapan, nomorsatukaltim.com – Satu lagi perusahaan asal Balikpapan akan melantai di bursa saham. Setelah perusahaan transportasi di bidang pertambangan, PT Transkon Jaya tbk (TRJA) sukses mencatatkan namanya di Bursa Efek Indonesia (BEI), kini giliran PT Surya Biru Murni Acetylene (SBM).

Produsen gas industri ternama berpusat di Manggar, Balikpapan Timur itu, sedang berproses melepas sebagian sahamnya ke publik.

Rencana penawaran saham perdana (IPO) mencuat setelah jajaran komisaris dan direski perusahaan meminta dukungan Wali Kota Balikpapan Rizal Effendi, Selasa (20/4).

Hadir dalam persamuhan itu, Komisaris Utama SBM Effendi, Komisaris Independen Slamet Brotosiswoyo, Direktur Bisnis dan Pengembangan merangkap Corporate Secretary Cintia Kasmiranti, dan Direktur Operasional Iwan Sanyoto.

Baca Juga

Dalam pertemuan itu, Rizal Effendi mengapresiasi langkah SBM mengambil langkah go public.

“Pemerintah Kota Balikpapan sangat mendukung rencana SBM menjadi perusahaan terbuka, yang akan go public, sehingga bisa terus berkembang,” katanya.

Selain itu, Rizal Effendi mengaku bangga karena ada perusahaan lokal yang berani menasional melalui IPO. “Ini merupakan langkah baik, yang membuktikan bahwa perusahaan-perusahaan lokal, khususnya Balikpapan, berani bersaing dengan perusahaan multinasional,” jelasnya.

Menurut wali kota, SBM memilih momentum yang tepat dengan rencana pengembangan ibu kota negara. Rencana go public secara tidak langsung telah membantu pemerintah daerah.

“Kita akan dapat dari pajak, masyarakat ada lapangan pekerjaan. Jangan sampai Kaltim (yang) banyak migas, tapi perusahaannya banyak di Jakarta. Pajaknya di Jakarta,” ujarnya.

SBM didirikan pada 1980 dengan nama PT Surya Acetylene. Pada 1982 para pemangku kepentingan mengubah nama menjadi PT Surya Biru Murni Acetylene atau dikenal sebagai SBM.

Perusahaan ini memproduksi gas industri seperti acetylene, oxygen dan nitrogen. Produk mereka menyebar ke berbagai sektor seperti infrastruktur, manufaktur, hingga konsumer.

Dengan pesatnya pertumbuhan industri dan pertambangan, SBM juga memproduksi berbagai gas industri seperti argon, carbondioxide, mixed gas, compressed air. Juga menjual gas khusus lainnya untuk keperluan laboratorium dan pengujian.

Kepada Harian Disway Kaltim Effendi mengungkapkan, kehadirannya untuk meminta doa restu dan dukungan pemerintah daerah terkait rencana IPO.

“Doa restu beliau untuk rencana IPO kami, supaya berjalan lancar.  Kalau (sudah jadi) perusahaan terbuka, nanti pengawasnya semakin banyak, lebih transparan, akuntabel. Ada Pak Slamet sebagai komisaris independen yang ikut mengawasi, juga pemegang saham yang lain,” ujarnya.

1 2Laman berikutnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button