EkonomiHL

Bangun Pabrik Baru di Papua Barat, Pupuk Kaltim Buka Wacana IPO

Kemudian menyelesaikan pembangunan pabrik amonium nitrat untuk bahan peledak, revamping dan modernisasi pabrik-pabrik tua agar lebih efisien serta meningkatkan produktivitasnya.

Dengan rencana ekspansi yang cukup agresif selama lima tahun ke depan ini, Pupuk Kaltim membutuhkan pendanaan dan investasi yang cukup besar. Meski demikian, Rahmad mengatakan bahwa pihaknya saat ini melirik berbagai opsi pendanaan, mulai dari utang, hingga ekuitas melalui IPO.

“Kami tidak mau terkunci dari satu cara saja. IPO salah satu opsi pendanaan yang patut kami jajaki, dan masih kami jajaki,” kata dia.

Dia mengatakan bahwa saat ini kondisi keuangan perusahaan sangat baik, dan hampir tidak memiliki utang, kecuali utang obligasi yang akan segera jatuh tempo senilai hampir Rp 1 triliun. Meski demikian utang tersebut dapat diselesaikan dengan likuiditas yang dimiliki perusahaan saat ini.

Apalagi saat ini perusahaan didukung dengan ekuitas sebesar Rp 22 triliun, sehingga masih mampu membiayai proyek-proyeknya yang membutuhkan investasi hampir Rp 40 triliun melalui utang.

“Dengan struktur finansial seperti itu kami untuk mempunyai multiple funding sources. Sebenarnya dari buku kita sendiri kalau full debt juga kuat. IPO tetap kami pertimbangkan sebagai salah satu opsi pendanaan, tapi bukan satu-satunya yang ada di atas meja kami sekarang,” tuturnya.

Saat ini Pupuk Kaltim mampu memproduksi urea sebanyak 3.43 juta ton per tahun. Sedangkan produksi amoniak mencapai 2.74 juta ton per tahun dan produksi NPK 350 ribu ton per tahun. Perusahaan bermarkas di Kota Bontang, Kalimantan Timur ini mengoperasikan 5 pabrik yang memproduksi urea dan amoniak. Serta satu pabrik NPK.  (*/yos)

Laman sebelumnya 1 2

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button