Universitas Widya Gama Mahakam
EkonomiHL

Bank Syariah Perlu Diferensiasi Produk

Samarinda, nomorsatukaltim.com – Pangsa pasar perbankan syariah terus tumbuh dalam beberapa tahun terakhir. Dari data Kantor Perwakilan Bank Indonesia Kaltim, Agustus 2020 aset perbankan syariah tercatat tumbuh 9,15 persen year on year (yoy).

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Heru Kristiyana menyarankan perbankan syariah melakukan diferensiasi dalam berbisnis.

Dengan itu, diharapakan industri ini bisa semakin berkembang. Karena selama ini, perbankan syariah dinilai belum memiliki ciri khas. “Kami melihat belum memiliki ciri khas dan keunikan dalam bisnis,” ujarnya, dalam High Level Seminar On Waqf secara virtual, baru-baru ini.

Kurangnya optimalisasi kapasitas sumber daya manusia dan teknologi informasi disebut menjadi faktor belum adanya diferensiasi. Juga ditambah rendahnya tingkat literasi maupun inklusi mengenai sektor keuangan syariah ini.

Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Bambang Iswanto mengatakan, penentuan diferensiasi antara perbankan syariah dan konvensional beradia di Badan Syariah Nasional (BSN).

Baginya, diferensiasi produk antara bank syariah dan konvensional itu ada pada akad. Di mana nilai distingtif atau pembedanya jelas berada di awal.

Ia memberikan contoh, jika di bank konvensional basisnya adalah bunga. Sementara bank syariah menggunakan Mudharabah atau bagi hasil.

Baca Juga: Semakin Diterima, Transaksi Perbankan Syariah Terus Tumbuh

Dengan konsep ini, jika ada nasabah yang meminjam modal usaha. Maka nasabah membayarnya tidak ditentukan dalam bunga. Tetapi melakukan kerja sama. Kerjasama tersebut dilakukan antara bank sebagai pemodal dengan nasabah sebagai pengelola. Kemudian nisbah bagi hasil akan ditentukan. Dan semua itu juga dilakukan di awal. “Dari situ, jelas sekali perbedaannya bisa terlihat,” ucapnya, Senin (12/10).

1 2Laman berikutnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button