Ekonomi

Kebutuhan Sapi di Kaltim Naik Terus

Samarinda, nomorsatukaltim.com – Kebutuhan sapi potong di Kalimantan Timur terus mengalami kenaikan, sementara kemampuan peternak loka mencukupi kebutuhan masih terbatas. Tahun ini saja,  Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) Provinsi Kaltim, mencatat konsumsi daging sapi mencapai 65 ribu ekor per tahun. Naik 5 ribu ekor dari konsumsi tahun lalu.

“Dari jumlah itu, baru 28 persen atau sekitar 18 ribu ekor yang mampu dipenuhi peternak lokal,” kata Dadang Sudarya, Kepala DPKH Kaltim, Selasa (4/4).

Karena defisit yang longgar, daerah harus memasok sapi dari luar. Sebagian besar, pemasok sapi ke wilayah Kaltim berasal dari Nusa Tenggara Timur (NTT) Sulawesi Selatan (Sulsel) dan Sulawesi Tengah (Sulteng).  

“Yang dari NTT itu kita hanya mendatangkan sapi jantan. Karena hanya khusus untuk keperluan sapi potong. Bukan sapi bibit,” kata Dadang Sudarya.

Sementara untuk sapi bibit, kata dia, banyak didatangkan dari Sulsel, NTB, dan Jawa Timur. Sapi yang didatangkan deri NTT sendiri kata Dadang, saat ini juga sudah banyak yang dilakukan proses penggemukan di Kaltim.

Untuk mencukupi kebutuhan daging sapi, pemerintah membuka keran bagi para pengusaha untuk memasok sapi. Tahun ini ada 13 pengusaha dengan kuota sapi sebanyak 16.250 ekor. Bina Insan Pertiwi tercatat sebagai pemasok terbesar dengan jumlah 8.250 ekor.

DPKH menyebut para peternak biasanya membeli sapi dari NTT dengan bobot 200 kg hingga 250 kg. Kemudian digemukkan selama 3 bulan sampai 4 bulan. Baru kemudian dijual kembali dengan harga yang lebih mahal.

Sapi yang sudah melalui proses penggemukan juga memiliki kualitas daging yang lebih baik. Berbeda dengan sapi yang langsung dipotong dari luar daerah. Biasanya sapi masih dalam kondisi stress. Sehingga mempengaruhi kualitas daging.

1 2Laman berikutnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Check Also
Close
Back to top button