Ekonomi

Lebih Dekat dengan Si Pedas Penjaga Inflasi

Cabai menjadi salah satu komoditas bahan makanan atau volatile food yang memberikan pengaruh besar pada inflasi. Oleh karena itu, ketersediaan komoditas ini perlu dijaga agar nilai inflasi tetap stabil. 

Samarinda, nomorsatukaltim.com – Secara ekonomi, komoditi pertanian cabai juga memiliki keunggulan tersendiri. Selain hasil panen yang cepat. Harga jual cabai juga cenderung stabil. Hal itu dikatakan Minarko. Salah seorang petani cabai, Lubuk Sawah Kelurahan Mugirejo Samarinda. 

Disway Kaltim mengunjungi secara langsung, perkebunan cabai yang terletak di atas pegunungan ini. Minarko menyebut, ia sudah menanam cabai sejak 10 tahun lalu. Total luas lahannya seluas 2 hektare yang kini ditanami berbagai tanaman holtikultura. Seperti cabai, tomat, terong, pepaya, dan melon. 

Baca Juga

“Cabai ini harga jualnya stabil. Rp 15 ribu per kilo gram. Paling murah Rp 10 ribu. Itu pun masih untung,” kata Minarko kepada Disway Kaltim, Rabu (22/7). 

Tidak seperti komoditas lain. Contohnya seperti timun dan kacang panjang. Yang harganya relatif rendah. Ia menyebut, paling murah, timun dan kacang panjang hanya dihargai seribu rupiah per kilo gram.  Tidak sebanding dengan biaya tanam dan tenaga yang dikeluarkan. 

Jenis cabai yang ditanam Minarko adalah cabai hijau besar. Ia menanam 7.500 pohon di lahan seluas lebih kurang 1 hektare. Dari 7.500 pohon cabai yang ditanam tersebut, bisa menghasilkan maksimal 12 ton cabai. Yang bisa dipanen selama 2 bulan. Dengan masa produksi kurang lebih 6 bulan. 

1 2Laman berikutnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Check Also
Close
Back to top button