Ekonomi

Permintaan Sayur Hidroponik di Kaltim Meningkat Saat PSBB

Satu lagi jenis usaha yang kebal terhadap dampak pandemi COVID-19. Tak cuma bertahan, bisnis berikut ini justru menghasilkan cuan yang semakin besar.

Gandhi Setyo Nugroho semringah. Pria 33 tahun itu tak menyangka, usaha menanam sayur organik memanfaatkan lahan terbatas, semakin berkembang. Tak hanya memenuhi kebutuhan pribadinya, sayuran yang ditanam di atas pipa paralon kini bisa menjadi sumber utama penghasilan.  

Warga RT 40 Kelurahan Sumber Rejo 3, Kecamatan Balikpapan Tengah itu, setiap pekan menjadi penyuplai sayuran segar ke sejumlah pusat perbelanjaan.

Ia mengaku permintaan sayur hidroponik khususnya selada yang ditanamnya mengalami peningkatan signifikan di masa pandemi. Ada banyak sebab.

“Pertama karena masyarakat sudah memiliki kesadaran yang tinggi mengkonsumsi sayuran sehat. Ditambah lagi kebijakan pemerintah agar masyarakat bekerja di rumah,” kata Gandhi, menganalisa. 

“Pesanan selada hidroponik ini meningkat sekitar 4 sampai 5 kali lipat dibandingkan sebelum ada pandemi,” imbuh Gandhi saat dijumpai Kamis (9/7). Pesanan datang dari supermarket, pelanggan sayur hidroponik dan supplier hotel.

Pria yang menekuni hidroponik tahun 2014 itu menjelaskan peminat juga datang dari Samarinda dan Penajam Paser Utara (PPU).  “Banyaknya pesanan ini berasal dari online karena saya juga menjualnya lewat online.”

Untuk pendistribusian ke supermarket dilakukan satu minggu tiga kali atau setiap Selasa, Kamis dan Sabtu. Satu kali pendistribusian minimal sebanyak 50 pack. Tiap pack seberat 250 gram. Sedangkan pesanan online didistribusikan pada Senin, Rabu dan Jumat. “Produk yang kita jual adalah produk hidroponik dan masih fresh yang panen setiap hari, jadi dapat dijamin kesegarannya.

1 2Laman berikutnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Check Also
Close
Back to top button