EkonomiHL

Kata Pengamat: Ibu Kota Baru Bikin Ekonomi Tumbuh 7 Persen

banner diskominfo kaltim

Aji Sofyan Effendi.

Balikpapan, DiswayKaltim.com – Pengamat ekonomi dari Universitas Mulawarman, Aji Sofyan Effendi memperkirakan Provinsi Kalimantan Timur bakal menikmati pertumbuhan ekonomi di atas rerata nasional paska diumumkan secara resmi sebagai ibu kota negara.

Namun pertumbuhan itu baru akan dirasakan pada periode 5 tahun kedua sejak resmi menjadi ibu kota negara.

Baca Juga

“Pada periode 5 tahun kedua, ekonomi Kaltim bisa tumbuh di atas ekonomi nasional. Kurang lebih 7 persen,” kata dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis itu.

Aji Sofyan bilang, pada 5 tahun pertama, pertumbuhan ekonomi Kaltim akan berubah drastis.

Perubahan itu disebabkan bergesernya sektor penggerak ekonomi. Jika selama ini pertambangan menjadi sektor utama, selanjutnya akan diganti oleh konstruksi, properti, dan bahan bangunan.

“Kondisi itu sebagai dampak pembangunan yang dimulai pada 2021 mendatang,” kata dia.

Sebagai sebuah ibu kota, Kaltim tak lagi bisa mengandalkan sektor hulu pertambangan, dan secara perlahan mengalami pengurangan porsi.

Provinsi ini akan bergerak menuju sektor perdagangan, industri, serta transportasi yang diperlukan sebagai sebuah ibu kota.

Selain itu Kaltim menjadi ibu kota baru akan diikuti oleh peningkatan produk domestik regional bruto.

Efek berganda yang ditimbulkan bergerak sejalan dengan pertumbuhan share ekonomi akibat proses konsumsi, produksi, distribusi serta akselerasi tenaga kerja.

Sementara Gubernur Kalimantan Timur, Isran Noor mengungkapkan, pemindahan ibu kota akan mendorong penurunan kesenjangan antar wilayah.

Hal itu bisa terwujud asal mampu mendorong perdagangan antar wilayah, mendorong investasi dan mendorong diversifikasi ekonomi.

Karena itu, secara perlahan, Kaltim akan melepas ketergantungan dengan pertambangan.

“Ada atau tidak ada ibu kota, suatu saat tambang akan selesai secara alamiah. Kami akan mulai menyiapkan industri manufaktur, hilirisasi produk tambang batubara serta hilirisasi minyak sawit,” ujar gubernur.

Ibu kota disebut Isran Noor akan melahirkan potensi dan berdampak positif kepada perekonomian daerah terutama transaksi dan investasi.

Transformasi ekonomi akan terjadi menyebabkan sektor andalan mengalami pergeseran.

Sepanjang tahun lalu, Kalimantan Timur telah melakukan ekspor senilai US$18,6 miliar yang  meliputi batubara briket dan turunannya.

Sementara tahun ini, hingga Juli 2019, sektor pertambangan dan penggalian menjadi kontributor dominan dalam penerimaan pajak Direktorat Jenderal Pajak Wilayah Kaltimtara sebesar 36,79% atau senilai Rp 4 triliun. (k/fey/eny)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button