Ekonomi

Rupiah Awal Pekan Ini Melemah di Tengah Retaliasi Perang Dagang

Foto ilustrasi

Jakarta, DiswayKaltim.com – Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antar bank di Jakarta pada awal pekan, melemah di tengah aksi saling balas (retaliasi) perang dagang antara Amerika Serikat dan Tiongkok.

Pada pukul 10.44 WIB, rupiah bergerak melemah 29 poin atau 0,2 persen menjadi Rp 14.223 per USD dibanding posisi sebelumnya Rp14.194 per USD.

Baca Juga

Ekonom Samuel Aset Manajemen Lana Soelistianingsih mengatakan, pasar global terkoreksi karena khawatir akan dampak perang dagang antara AS dan Tiongkok yang kembali memanas.

“Tampaknya proses ‘retaliation’ terus berlangsung. Bahkan Goldman Sachs memperkirakan tensi perang dagang AS-Tiongkok ini menambah probabilitas ekonomi dunia menjadi resesi dan memperkirakan kesepakatan dagang belum akan selesai di tahun 2020 sebelum pemilihan presiden AS November 2020,” ujar Lana di Jakarta, Senin (12/8/2019).

Pada perdagangan Jumat kemarin, pasar global utama kompak turun dengan tensi perang dagang antara AS-Tiongkok yang semakin tegang. Pemerintah AS menahan izin perusahaan AS yang bekerjasama dengan perusahaan teknologi terbesar China Huawei sebagai balasan atas keputusan Beijing untuk memutus sementara pembelian produk pertanian AS.

Dari domestik, Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) pada kuartal II tercatat defisit sebesar USD1,98 miliar. Defisit tersebut karena surplus neraca modal dan finansial sebesar USD7,05 miliar tidak cukup untuk menutup defisit transaksi berjalan (CAD) yang sebesar USD8,44 miliar.

“Sesuai siklus, ada potensi pada triwulan selanjutnya CAD akan meningkat,” ujar Lana.

Lana memperkirakan rupiah hari ini akan menguat di kisaran Rp 14.150 per USD hingga Rp 14.180 per USD.

Sementara itu, kurs tengah Bank Indonesia pada Senin ini menunjukkan, rupiah melemah menjadi Rp 14.220 per USD dibanding hari sebelumnya di posisi Rp14.195 per USD. (ant/indopos)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button