Universitas Widya Gama Mahakam
Ekonomi

Masih Sedikit Pengusaha yang Daftarkan Produk

Secara keseluruhan, Bekraf mencatat jumlah Usaha Mikro Kecil dan Menengah  (UMKM) sebanyak 17 juta usaha. Dari angka itu, baru 5.671 yang mendaftarkan HKI untuk produk. Selama tiga tahun terakhir, kegiatan ini sudah dilakukan di 80 kota dari 34 povinsi. “Semua provinsi didatangi dengan harapan persentase kepemilikan meningkat.”

Sayangnya, seperti diungkapkan Ari Juliano, Bekraf tak punya data pasti berapa jumlah pelaku industri kreatif di Kalimantan Timur yang memiliki HKI. “Kami belum dapat data. Tetapi angkanya masih kecil sepertinya. Kisarannya antara 11-20 pesen dari rata-rata pelaku ekonomi kreatif,” ungkap Ari Juliano.

Minimnya pendaftar HKI di daerah oleh dua sebab. Pertama, karena ketidaktahuan, dan kedua karena akses. “Memang kendala yang pertama itu awareness. Karena ketidaktahuan. Bayangkan, Ruben Onsu, yang kaya raya saja terhambat mendaftar (merk-nya) karena sudah dipakai orang. Apalagi yang jauh dari Jakarta,” imbuh Ari.

Baca Juga

Sementara untuk memangkas akses, mulai tahun depan Dirjen HKI akan membuat sistem online. Sehingga semua pelaku usaha dapat mendaftar secara online. “Tahun depan sudah optimalkan. Saat ini, sistem tersebut baru bisa diakses Kantor Wilayah Kementrian Hukum dan Ham, serta konsultan HKI.” urainya.

Lebih lanjut, ia mengungkapkan, para pelaku usaha dapat memperoleh kesempatan pendaftaran gratis melalui berbagai program.  Selain Bekraf, pemerintah daerah, Kemenkum HAM, Kementerian Perdagangan dan Koperasi juga sering kali memberikan kesempatan. Proses pengurusan HKI memakan waktu sekitar satu tahun untuk memastikan apakah merek, paten atau nama yang didaftarkan sudah menjadi milik orang lain.

Sementara itu Asisten Bidang Ekonomi Pemerintah Kota Balikpapan Muhammad Noer mengatakan, sosialisasi dan fasilitasi pendaftaran hak kekayaan intelektual ini sangat diharapkan membantu usaha kecil menengah dalam mendapatkan hak kekayaan intelektualnya. Karena pada saat ini HKI telah menjadi isu yang sangat penting dan mendapat perhatian, baik di dalam negeri maupun internasional.

“Pentingnya HKI dalam pembangunan ekonomi dan perdagangan telah memacu dimulai era baru pembangunan ekonomi yang berdasar ilmu pengetahuan,” katanya. Melalui kegiatan ini, Pemerintah  Balikpapan berharap semakin banyak pelaku usaha mendaftarkan HKI. (K/FerryCahyanti/eny)

Laman sebelumnya 1 2

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button