Ekonomi

Dorong Peningkatan Produksi Cabai, BI Latih Petani di Balikpapan

banner diskominfo kaltim

Balikpapan, DiswayKaltim.com – Kantor Perwakilan Bank Indonesia Balikpapan (KpwBI) terus mendorong petani binaannya untuk meningkatkan produktivitas cabai dan bawang merah.

Peningkatan itu dilakukan dengan melaksanakan pelatihan peningkatan produktivitas untuk klaster cabai dan klaster bawang merah bertempat di Aula Balai Penyuluhan Pertanian Teritip, Balikpapan.

Kegiatan dibuka langsung oleh Kepala Tim Advisory dan Pengembangan Ekonomi KPwBI Balikpapan, Thomy Andryas, serta dihadiri tiga puluh lima petani bawang dan cabai binaan Bank Indonesia di Klaster Cabai dan Bawang Merah Kota Balikpapan,  Perwakilan Dinas Pangan, Pertanian, dan Perikanan, serta Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) Kota Balikpapan.

Baca Juga

Menurut Thomy, kegiatan pelatihan dilandasi perlunya peningkatan kompetansi petani holtikutura di Kota Balikpapan terutama di tengah anomali iklim untuk mendorong peningkatan produktivitas.

Pelatihan merupakan bagian dari pengembangan klaster yang dibentuk oleh KPwBI Balikpapan bekerjasama dengan Dinas Pangan, Pertanian dan Peternakan (DP3) Kota Balikpapan.

Salah satunya adalah pengembangan kompetensi petani dan kegiatan pendampingan dalam rangka peningkatan kapasitas produksi petani cabai dan bawang merah di sepanjang musim.

“Secara khusus, pelatihan bertujuan untuk meningkatkan kompetensi petani dalam inovasi budidaya cabai dan bawang merah terutama pemilihan varietas benih dan cara mengatasi hama tanaman, informasi kalender tanam dan antisipasi dampak cuaca ekstrim di Kota Balikpapan, sekaligus sebagai bentuk koordinasi dan kerjasama antar petani,” tandasnya.

Pada pelatihan tersebut menghadirkan narasumber dari Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Kalimantan Timur, Ibu Yossita Fiana SP MSi.

Peserta pelatihan mendapat materi budidaya holtikultura mulai dari pengenalan benih dan bibit bawang merah dan cabai yang digunakan di Kalimantan Timur (Kaltim) maupun di sentra-sentra produksi lain di luar Kaltim.

Selain itu, juga diberikan tips untuk mengatasi serangan hama terutama dalam kondis iklim yang tidak kondusif yang berisiko terhadap tanaman holtikultura, khususnya bawang merah dan cabai terutama hama/penyakit Layu Fusarium atau “moler” serta cabai keriting/cabai mini.

“Ke depan, kami juga berkomitmen melalui kolaborasi dan koordinasi dengan seluruh pihak terutama Pemerintah Daerah maupun pihak terkait lainnya untuk melakukan pengembangan klaster cabai dan bawang merah yang akan diarahkan pada keberlanjutan dan peningkatan produktivitas maupun peningkatan akses pasar,” tutup Thomy Andryas. (K/ferry cahyanti/dah)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button