DiswayKolom Redaksi

Ilham Dompet Hitam

nomorsatukaltim.com – Usianya baru 23 tahun. Setamat SMA ia sudah bekerja di PT Eka Dharma Jaya Sakti— Volvo. Kemudian ia berani kuliah dengan biaya sendiri. Tergolong anak muda langka; jujur dan punya tabiat baik. Muhammad Ilham Munandar baru saya kenal hitungan hari. Ketemunya juga tak lama. Hanya belasan menit. Tapi Ilham sudah membuat saya kagum.

Ia tinggal di rumah neneknya di kawasan Balikpapan Barat. Ayahnya seorang sopir di pelabuhan. Ibunya sudah meninggal. Ia anak kedua dari tiga bersaudara. Yang paling besar perempuan, sudah menikah. Adiknya juga perempuan. Baru berusia 22 tahun. Dan juga sudah bekerja.

Pertemuan dengan Ilham tak disengaja. Malam 7 Desember lalu, saya kehilangan dompet. Hampir tengah malam. Ketika itu saya berada di kawasan pertokoan di Balikpapan Baru.

Baca Juga
Senam Merah Putih

Baca juga: Kontraktor Migas Minta Insentif

Malam itu bersama teman-teman, baru selesai mengikuti kegiatan di Balikpapan. dilanjut ngobrol santai di sebuah kafe. Sebelum balik ke Samarinda. Tapi, saya tidak ikut pulang. Rasanya capek banget. Saya menginap di Hotel Four Points by Sheraton Balikpapan. Lokasi persis di seberang Bandara SAMS Sepinggan. Rencananya, pagi esok harinya pulang ke Samarinda.

Begitu sampai hotel, saya bingung tak menemukan dompet. Seisi mobil sudah diaduk-aduk. Dari jok depan sampai belakang. Nihil. Lalu saya menghubungi teman- Benny Oktariyanto, mana tahu melihat dompet saya itu.

Justru Benny melihat saya membawa dompet itu ke dalam mobil. Tapi setelah 3 kali dicari, tetap saja tidak ketemu. Akhirnya pasrah. Saya putuskan untuk naik ke kamar. Kebetulan sejak siang sudah cek in, jadi tinggal ambil kunci saja.

Dompetnya sih biasa saja. Yang jadi luar biasa karena dibelikan istri. Isinya juga tak seberapa. Tapi yang menjadi beberapa lantaran banyak surat menyurat dan berbagai kartu di dalamnya. Membayangkan mengurus surat kehilangan ke beberapa instansi itu, membuat saya susah tidur.

Tapi saya ikhlaskan. Berarti esok paginya harus tetap bertahan di Balikpapan. Mengurus surat kehilangan itu. Apalagi KTP saya masih tercatat sebagai warga Balikpapan.

Paginya, Benny datang ke Hotel. Ia menanyakan apakah dompetnya sudah ketemu. Ia yakin dompet itu masih berada di mobil. Penasaran, ia mencoba cek lagi untuk kali kesekiannya. Ternyata masih nihil.

Sambil memikirkan itu, saya ajak Benny sarapan. Kebetulan ada fasilitas breakfast-nya. Saya baru menyadari, ternyata hotel ini cukup bersih dan berkelas. Rupanya dari semalam tak sempat memerhatikan itu. Kamarnya luas. Pun kamar mandinya. Bisa lebih besar dari kamar indekos mahasiswa. Perabotannya masih serba baru. Cukup nyaman jika liburan bersama keluarga.

Di resto tempat kami sarapan juga bersih. Pun menerapkan protokol kesehatan. Menunya vareatif. Ada juga space area untuk anak-anak bermain. Kursi dan meja didesain sesuai kebutuhan. Ada beberapa tipe tempat duduk. Tak jauh dari itu, juga ada area outdoor. Bagi tamu yang ingin bersantai selepas sarapan.

Sambil sarapan, saya coba melihat-lihat handphone. Ternyata ada notifikasi pesan masuk di Instagram. Akun tak dikenal. Saya buka. Tertulis nama akun ilhamndr.

“Asalamualaikum mas”. “Apa betul kehilangan dompet warna hitam”. Pesan itu tertulis pukul 00.18.

“Iya” saya segera balas chat itu. Yang sudah 9 jam lalu. Saya memang tergolong orang yang tidak terlalu aktif di media sosial. Itu adalah kabar yang menggembirakan pagi itu.

Saya langsung tanya posisi pemilik akun tersebut. Ilham menjawab masih bekerja. Baru selesai pukul 17.00. Posisi tas dompet saya ada di rumahnya.

Saya sempat khawatir, karena Ilham tidak mau memberitahu posisi rumahnya. Pun begitu dengan tempat kerjanya. Tapi, yang membuat tenang, lantaran Ilham selalu menjawab chat. Pun ketika ditanya nomor kontaknya.

Ilham. (Dok/Pribadi)

Menjelang pukul 17.00, saya mengirim pesan via WhatsApp. Menanyakan apa sudah bisa diambil dompetnya. Ilham menjawab, baru mau pulang dari tempat kerja. Rumahnya berada di Kampung Baru Tengah. Sementara ia bekerja di Km 13, Karang Joang. Artinya jaraknya sekitar 14-15 Km.

1 2Laman berikutnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button