CBD Tenggarong, Kawasan Penuh Lampu

Oleh: Muhammad Rafii*)

nomorsatukaltim.com – Angin sepoi-sepoi, sinar matahari menjelang senja menembus malu-malu di sela-sela pepohonan rindang. Semakin memanjakan orang-orang yang ingin melepas penat, setelah seharian penuh mengejar cuan.

Tempat itu berada di sepanjang tepian mahakam. Tepatnya berada di sekitar kawasan Central Business District (CBD) Tenggarong. Tepat di belakang Taman Kota Raja Tenggarong. Di Jalan Wolter Monginsidi, Timbau, Kukar. Tempat yang menjadi idola baru masyarakat Tenggarong.

Sekitar pukul 16.00, tempat yang dulu hanya turapan penahan tanah di pinggir sungai ini, ramai pengunjung. Semakin menjelang waktu Magrib, semakin ramai tempat ini dipenuhi.

Mulai dari anak-anak hingga dewasa. Mulai dari sekedar kumpulan muda-mudi, sepasang sejoli yang menghabiskan waktu sore menjelang malam. Hingga para orang tua yang mengajak anak-anaknya untuk berjalan-jalan.

Bagi penghobi camilan, ini bisa jadi destinasi pilihan. Segala jenis camilan ada di sini. Tinggal pilih mau beli di mana. Setidaknya ada 10 stand makanan hadir. Semuanya sektor UMKM masyarakat.

Mulai dari yang goreng-gorengan, bakar-bakaran. Segala macam minuman juga ada, pokoknya memanjakan para pemburu kuliner di sore hari. Bicara harga, tidak perlu merogoh kocek yang dalam. Harga di sini cukup terjangkau, murah meriah. Makanan dan minuman mulai Rp 5 ribu saja. Cocok buat kantong anak kost, hehehehe.

Tapi saya yang memang datang sendiri, memutuskan membeli teh hangat dan singkong goreng rasa balado. Kata penjualnya sih namanya tela-tela. Cukuplah untuk saya yang memang memiliki tubuh minimalis ini. Sambil menikmati detik-detik senja datang menghampiri.

Tapi keseruan tidak habis di situ. Menjelang malam hari, baru deh kecantikan sebenarnya dari tepian mahakam area CBD Tenggarong tampak jelas. Lampu warna-warni nan indah menyinari kawasan ini. Ditambah lampu Jembatan Kartanegara dan Taman Kota Raja yang menyala indah. Rasanya ingin berlama-lama berada di sini.

Akhirnya waktu yang saya tunggu-tunggu datang. Lampu jembatan menyala. Disambut lampu Taman Kota Raja yang gak mau kalah keren. Menyala terang. Membuat pandangan pengendara jalan raya tertuju pada kawasan itu.

Kesimpulan pribadi saya pun mengatakan, kawasan turap di sekitar CBD Tenggarong paling the best. Karena memang itu tujuan pemerintah daerah membangun kawasan ini. Sebagai penarik masyarakat, ujung-ujungnya perputaran ekonomi bisa berjalan. Dan terbukti benar. Meskipun tidak maksimal di tengah terpaan pandemi COVID-19 saat ini.

Dan akhirnya renungan menikmati keindahan lampu di sekitar CBD Tenggarong harus usai. Setelah suara telepon berbunyi dan mendengar suara anak. Sebagai tanda, saatnya pulang. (*/wartawan Disway Kaltim dan nomorsatukaltim.com)

Leave A Reply