DiswayKolom Redaksi

B117- Perlukah Khawatir

Oleh: Devi Alamsyah (*)

Alat tes PCR tidak bisa mendeteksi varian B117. Padahal itu alat standar yang banyak digunakan. Lalu bagaimana cara mendeteksinya? Jangan-jangan sudah tersebar!

SAYA tertarik menuliskan ini setelah membaca berita di Harian Disway Kaltim (Edisi 9 Maret). Seorang warga Balikpapan yang teridentifikasi carrier B117. Pasien ini sudah tiba di Indonesia sejak 5 Februari lalu. Dari Arab Saudi. Ia memang sering bolak-balik ke Timur Tengah. Sebagaimana prosedur protokol kesehatan, pasien ini dikarantina di hotel sambil menunggu test polymerase chain reaction (PCR). Hasil tesnya dinyatakan positif. Lalu, dipindahkan ke Wisma Atlit Jakarta untuk dilakukan terapi dan isolasi. Setelah 14 hari, dites lagi. Hasilnya sudah negatif dan diperbolehkan pulang ke Balikpapan. Pada 21 Februari pria tersebut sudah sampai di Balikpapan. Ternyata Kemenkes meneliti ulang sample warga tersebut. Ditemukanlah varian baru itu; B117. Kemudian Kemenkes mengutus dua petugas ke Balikpapan. Melihat kondisi pasien yang dianggap carrier tadi. Saya salut atas kinerja Kemenkes yang langsung melakukan tracking dan tracing. Ketika diketahui ada pasien yang berpotensi menjadi pembawa virus B117. Yang dikenal sebagai varian Inggris. Namun di sisi lain, saya menyayangkan. Kok proses pemeriksaan di Cengkareng itu tidak langsung bisa mendeteksi kehadiran varian baru itu ya?. Padahal sudah jelas-jelas warga itu datang dari luar negeri. Harusnya tidak hanya tes PCR, jika itu tidak bisa mendeteksi kahadiran varian baru. Termasuk B117. Sehingga proses tracking dan tracing tidak perlu dilakukan lagi. Semua sudah terjaring ketika pasien itu tiba di tanah air. Apalagi isu soal varian baru itu sudah cukup lama mencuat. Setidaknya sejak awal tahun. Sebelum heboh masuknya varian Corona B117, sekitar akhir tahun 2020 Indonesia juga sempat dihebohkan dengan masuknya mutasi D614G. Ternyata si pasien enggan untuk diisolasi di Asrama Haji Balikpapan. Yang telah disiapkan Pemkot Balikpapan. Alasannya, merasa sehat-sehat saja. Tim gugus tugas menyarankan untuk isolasi mandiri. Sambil menunggu tes lebih lanjut.

1 2 3 4Laman berikutnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Check Also
Close
Back to top button