Universitas Widya Gama Mahakam
Catatan Rizal Effendi

Bingka dan Amparan Tatak Pisang

BULAN Ramadan musimnya berburu takjil atau makanan pembuka puasa. Umumnya dijual di Pasar Ramadan, tapi ada juga yang dijual di toko atau warung tertentu.

Bagi anak muda terkadang sekalian cuci mata. Bisa melirik atau melihat  makhluk tertentu. “Tapi sekarang ngabuburitnya banyak di kafé,” kata Agus yang ketemu saya mangkal di Balikpapan Baru.

Waktu saya masih bertugas sebagai wali kota, ada dua hal yang mendorong  saya datang ke Pasar Ramadan.

Baca Juga

Pertama, karena tugas bersama tim Dinas Kesehatan Kota (DKK) dan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) untuk mengecek apakah makanan, penganan atau kue-kue yang dijual aman atau terbebas dari penggunaan bahan-bahan yang berbahaya.

Kedua, karena saya memang suka menyantap kue-kue basah seperti amparan tatak pisang, ungul-ungul, wadai sarimuka, kue lapis, putri selat, kakaraban, sanggar banyu, roti pisang, bingka, sari penganten, petah, intalu karuang, babongko, dan kelepon. Pokoknya 41 macam kue basah atau wadai banjar saya sangat suka.

Mengapa ada istilah “41 macam kue banjar,” padahal jenis kue banjar lebih dari itu. Bahkan lebih seratus. Ternyata ada ceritanya.

Penggiat Kebudayaan Banjar Joerliani Dyohansyah menjelaskan, wadai banjar 41 macam itu telah dibuat sejak zaman Hindu di Kerajaan Negara Dipa di Banua Hujung Tanah untuk sesajian bagi para makhluk halus penghuni alam gaib agar tidak mengganggu kehidupan manusia.

“Ya waktu itu mintanya 41 jenis, makanya yang terkenal sebutannya 41 jenis walau sekarang sudah ratusan,” ujar Joerliani.

Warna dari kue banjar itu juga ada maknanya. Wadai warna putih melambangkan kebaikan dan kesucian. Yang warna merah melambangkan kehidupan dan keberanian.

Warna hijau melambangkan kemakmuran dan kelestarian, sedang warna kuning melambangkan kejayaan dan kemuliaan.

Menurut Kepala Dinas Kesehatan (DKK) Kota Balikpapan dr Hj Andi Sri Juliarty atau dr Dio, pemeriksaan kesehatan makanan sangat penting agar tidak berdampak kepada manusia.

“Umumnya yang kita periksa penggunaan bahan formalin atau boraks dan pewarna tekstil,” kata  dr Dio.

Terkadang ada pembuat kue yang ingin agar tampilan kue buatannya berwarna cerah, lalu secara serampangan menggunakan pewarna berbahaya.

“Tapi beberapa kali kita turun di tahun-tahun sebelumnya hampir tidak ada lagi yang berbuat seperti itu,” jelasnya.

Pada masa saya masih kanak-kanak dan sempat berjualan kue, ada dua pewarna yang biasa digunakan. Kalau tidak dari bahan alami seperti daun pandan, daun suji, dan lainnya, ya menggunakan bubuk kesumba paling banyak.

Kesumba (Bixa Orellana) adalah tanaman yang memang bisa digunakan sebagai pewarna, yang bahkan disebutkan punya manfaat kesehatan karena mengandung karotenoid (zat yang juga terdapat pada wortel), semacam antioksidan yang meningkatkan sistem kekebalan tubuh.

Bahkan dalam Journal of Nutritional Science and Vitaminology diungkapkan, tabung reaksi telah menemukan bahwa ekstrak pewarna makanan dari kesumba dapat menekan pertumbuhan sel kanker, khususnya kanker prostat, pankreas, hati, dan kulit.

Untuk pengharum makanan, biasanya saya disuruh Ibu membeli vanili baik yang bentuk bubuk atau cair. Vanili juga dari tanaman bernama Vanilla planifolia, yang pertama kali dikenal oleh orang-orang Indian di Meksiko.

Terkadang saya minum teh juga dicampur vanili karena enak aromanya. Ternyata baik juga untuk kesehatan di antaranya kesehatan jantung, menangkal bakteri, mencegah jerawat, antioksidan, dan mengatasi rambut rontok.

Lokasi Pasar Ramadan biasanya diatur pihak kelurahan. Bahkan terkadang petaknya dibangun oleh pengurus Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM). Bisa untuk mencari pemasukan dana LPM sekalian juga ada aroma politiknya. Maklum ketua LPM biasanya anggota partai tertentu.

Tahun ini sudah pasti Pasar Ramadan banyak tumbuh di semua sudut kota. Maklum sudah dua tahun dibatasi gara-gara amuk Covid-19 dan baru sekarang dilonggarkan.

“Tapi kami sekarang punya pesaing baru, penjualan on line yang sangat marak, mereka tak perlu ada tempat. Cukup jualan di rumah,” kata seorang pengurus LPM.

Kemarin sore saya jalan mengelilingi kota. Pasar Ramadan masih ada di RSS, Balikpapan Baru, pertokoan BP, Klandasan, Kampung Baru, Rapak, Kampung Timur, RSS, depan Embarkasi Haji Balikpapan Timur dan banyak lagi.

Selain di Pasar Ramadan, pusat penjualan kue takjil juga ada di sejumlah toko dan café.

Di Balikpapan yang terkenal di antaranya Roti Tiam di Jl MT Haryono, Roti Mantau Canton, Depot Miki di Pasar Baru, d’Café, Klandasan, dan Toko Kue Linda di Gunungsari.

1 2Laman berikutnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Check Also
Close
Back to top button