Catatan Rizal EffendiDisway

Gawi Manuntung Pak Bambang dan Pak Dhony

Catatan Rizal Effendi

Iklan Ucapan Selamat Rektor Unmul

KEPALA dan Wakil Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) Bambang Susantono (58) dan Dhony Rahajoe sudah dilantik Presiden Jokowi di Istana Negara Jakarta,  Kamis (10/3) kemarin. Acara berlangsung lancar dan singkat bersamaan dengan pelantikan Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman.

Seperti saya perkirakan, kedua tokoh penting dalam pembangunan IKN ini, akan dibawa Presiden dalam acara kemah presiden di lokasi IKN, Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) yang berlangsung mulai Minggu (13/3) ini sampai Selasa (15/3).

Menurut kabar terakhir, yang diundang Presiden ikut berkemah, selain pimpinan lembaga tinggi negara, para menteri terkait, juga seluruh gubernur se Indonesia. Itu berarti 34 gubernur hadir di sana. Sesuatu yang belum pernah terjadi di republik ini.

Gubernur Kaltim Dr Ir H Isran Noor MSi sebagai tuan rumah tentu sibuknya luar biasa. Tapi bisa jadi secara tak sengaja ini menjadi panggung “pengukuhan” sekaligus pengakuan kepada Pak Isran yang digadang-gadang bisa ikut meramaikan Pilpres dan Capres 2024.

Baca Juga

“Alhamdulilah persiapan Presiden berkemah di titik nol IKN berjalan lancar dan pada hari H besok sudah siap 100 persen,” kata Gubernur ditanya wartawan, kemarin.

Seorang pejabat Istana mengatakan Presiden merasa perlu mengundang seluruh gubernur. “Bapak Presiden ingin memperkenalkan sekaligus menjelaskan kepada semua gubernur dimulainya pembangunan IKN, sehingga semua daerah sudah mengetahui dan mengerti secara jelas,” katanya.

Lokasi IKN di Sepaku, PPU, yang bisa ditempuh sekitar dua jam dari Balikpapan, luasnya 256 ribu hektare lebih. Terdiri 56 ribu hektare untuk kawasan IKN dan sisanya tetap dibiarkan sebagai kawasan hijau dan pengembangan sebagai perwujudan konsep IKN yang mengusung tema smart forest city.

Biaya pembangunan IKN diperkirakan Rp 466,9 triliun dan Presiden berharap sebelum 16 Agustus 2024, pembangunan Istana IKN sudah rampung.

Selama berkemah, tentu saja perhatian orang banyak tertuju kepada Pak Bambang dan Pak Dhony. Kedua orang ini pasti selalu di samping Presiden. Maklum keberhasilan pembangunan IKN ke depan sangat tergantung dari keandalan kedua tokoh ini. Lagi pula tak ada yang mengira, kalau mereka yang akhirnya dipilih Jokowi. Majalah Tempo yang sangat kuat investigasinya juga tak pernah menyebut nama ini dalam laporan utamanya edisi bulan lalu. Malah Tempo fokus dengan tokoh Ridwan Kamil, gubernur Jawa Barat, karena Presiden belakangan menyebut kriteria berlatar belakang arsitek dan pernah memimpin daerah.

Begitu juga sebelumnya, Jokowi malah sudah menyebut 4 nama, mantan Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas, Komut Pertamina Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), mantan Menteri Riset dan Teknologi Indonesia/Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Bambang Brodjonegoro dan mantan Dirut PT Wijaya Karya, Tumiyana.

Dari empat nama ini, sempat mengerucut dua nama yaitu Bambang Brodjonegero karena dia yang sempat menyiapkan kajian awal pemindahan IKN  serta Pak Ahok, yang terang-terangan diusulkan oleh Partai PDI Perjuangan.

Baru minggu-minggu terakhir muncul nama baru Bambang Susantono setelah Presiden menyebut kriteria baru Kepala Otorita IKN dari kalangan nonparpol. Yang lebih seru lagi, Wakil Kepala Otorita Dhony Rahajoe, yang namanya muncul baru satu dua hari menjelang pelantikan.

Apa alasan utama Jokowi memilih Bambang dan Dhony?. Yang pasti mereka dianggap sangat mumpuni. “Menurut saya, mereka adalah sebuah pilihan kombinasi yang sangat baik,” kata Jokowi saat memimpin rapat terbatas (Ratas) pembahasan IKN di Istana Merdeka setelah pelantikan.

Jokowi menyebut Bambang ahli dalam urusan infrastruktur, tata kota dan transportasi. Bambang juga disebut punya keahlian dalam bidang keuangan karena pernah memimpin Asian Development Bank (ADB). Sementara itu Dhony disebut memiliki rekam jejak baik dalam bidang properti.

“Akan gampang sekali beliau berdua berbicara dengan Pak Harso (Kepala Bappenas Suharso Manoarfa) untuk sisi perencanaannya, kemudian dengan Pak Menteri PU dalam pelaksanaan lapangan dan juga di bidang investasi dengan Pak Menko Luhut,” kata Presiden.

Pak Bambang memang bukan orang baru di pemerintahan. Dia pernah menjadi Wakil Menteri Perhubungan di zaman Presiden Soesilo Bambang Yudhoyono (SBY) 2010-2014 dan Deputi Menko Perekonomian Bidang Koordinasi Infrastruktur dan Pengembangan Wilayah.

Lulusan Fakultas Teknik ITB ini juga Ketua Umum Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI). Sedang Pak Dhony adalah Managing Director President Office Sinas Mas Land, yang sukses membangun properti berkelas di Indonesia selama 40 tahun lebih. Konon Jokowi terpikat profil Dhony ketika dia mengunjungi kawasan green office park, BSD City yang dikelola Sinar Mas Land, akhir Desember 2021 lalu.

“Duet Bambang-Dhony sangat sesuai dengan kriteria yang dibutuhkan.  Tugas mereka harus bisa menerjemahkan visi dan misi Presiden Jokowi terkait pembangunan IKN,” kata Ketua MPR RI Bambang Soesatyo, yang juga ikut berkemah.

1 2Laman berikutnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Check Also
Close
Back to top button