Catatan Dahlan IskanDisway

Ninja Ginsu

Iklan Ucapan Selamat Rektor Unmul

Yang jelas Taliban juga tidak utuh satu. Tahun lalu tokoh Taliban, Bismillah Muhammad, diserang Taliban sendiri. Padahal ia penjabat menteri pertahanan kala itu.

Tempat persembunyian Al-Zawahiri kali ini memang aneh. Sembunyi tapi di pusat kota. Ibu kota pula. Sembunyi tapi di rumah yang sangat mencolok. Rumah itu menghadap jalan raya. Begitu megahnya rumah itu sampai secara tidak resmi disebut ”Poppy Palace”. Istana Poppy.

Poppy adalah sebutan untuk bunga seksi yang menjadi bahan baku obat bius. Rumah itu disebut Istana Poppy lantaran masyarakat tahu di situlah dulu orang-orang kaya bermukim –yang kekayaan mereka berasal dari perdagangan bunga gila tersebut.

Baca Juga

Sherpur, di pusat kota Kabul, memang komplek orang kaya. Sejak Taliban berkuasa banyak rumah ditinggalkan begitu saja. Sebagian diambil alih oleh pemerintah Taliban. Sebagian lagi tetap kosong.

Rumah yang ditempati Al Zawahiri adalah rumah kosong yang diambil alih penguasa baru. Lalu seorang ajudan pejabat tinggi Taliban mengambil alihnya. Oleh Sang ajudan Al-Zawahiri disembunyikan di situ. Al-Zawahiri pun terjebak di keramaian seperti itu. Ia yang dulu merawat Osama. Kini ia menyusul pendahulunya.

Kelihatannya model memburu teroris dengan drone menjadi cara baru Amerika. Tanpa perlu mengorbankan orang sipil. Drone serupa juga sudah membunuh tokoh Al Qaeda lainnya: Abu Khayr al-Masri. Saat itu Al-Masri lagi di Syiria. Ia lagi dalam perjalanan di Idlib, dalam mobil sedan Kia buatan Korea. Pisau-pisau model Ginsu menembus sedan itu. Al-Masri tewas. Mobil sedannya tidak hancur. Hanya robek atapnya.

Drone yang melepaskan Ginsu itu pun kembali ke pangkalannya. Pisau Ginsu mendapat promosi gratis. Ikut jadi pahlawan Amerika –meski bukan pisau itu yang digunakan di operasi sebenarnya. Reputasi pisau Ginsu hanya pernah tercemar sekali di tahun 1993: dipakai memotong penis seorang suami. Sukses.

Malam itu sang suami baru pulang dari minum-minum. Tiba di rumah ia mengajak istri untuk ke “surga”. Sang istri tidak mau. Ia pun seperti mau makan gaya prasmanan: buka sendiri, tutup sendiri. Dengan cara itu sang istri merasa diperkosa suami.

Maka setelah suami terlelap, sang istri ke dapur. Ambil Ginsu. Dia buka selimut yang menutup suami. Dia potong si “John”. Dia bawa potongan itu lari. Dia ambil mobil di garasi. Dia larikan potongan itu. Dia setir mobil itu dengan hanya satu tangan. Tangan satunya tetap menggenggam potongan.

Setelah beberapa menit berkendara dia buang potongan itu dari jendela mobil yang terbuka. Dia pun menghubungi 911. Dia ceritakan apa yang terjadi. Sang suami dibawa ke rumah sakit. Petugas rumah sakit dikerahkan untuk mencari potongan yang dibuang di pinggir jalan. Dengan susah payah. Dibantu sang istri. Ketemu.

Potongan itu segera dicuci dengan cairan steril. Lalu disusulkan ke rumah sakit. Disambung lagi. Berhasil. Operasi penyambungan itu berlangsung 9 jam. Sang suami dijatuhi hukuman karena terbukti memerkosa istrinya. Sang istri dihukum karena penganiayaan.

John Wayne Bobbitt dan Lorena Bobbitt Gallo sama-sama masuk penjara.

Setelah keluar penjara, John tetap terkenal. Dengan harta karun sambungannya. Ternyata masih perkasa. John lantas direkrut sebagai bintang film porno. Anda tentu pernah menontonnya –dalam khayalan.

Drone Ninja, pisau ala Ginsu dan satelit penginderaan jarak jauh bersatu untuk perang model baru. Terbukti efektif. Itulah sebabnya tempat persembunyian pemimpin tidak boleh asal-asalan. Zelenskyy dan Putin tidak boleh meniru kesembronoan Al-Zawahiri.

Dan Anda sebaiknya jangan izinkan istri membeli pisau itu. Tinggal tersisa satu pertanyaan untuk Anda: dari mana drone Ninja itu diluncurkan. (Dahlan Iskan)

Laman sebelumnya 1 2

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Check Also
Close
Back to top button