Catatan Dahlan IskanDisway

Anna Colin

RAMBUTNYI sudah diubah warna. Hidungnyi sudah ditindik. Gaya make up-nyi juga sudah berubah. Polisi masih mengenalinyi. Dia ditangkap, Jumat kemarin. Dia dituduh sebagai penembak juara dunia balap sepeda gravel di Texas.

Yang ditembak juga wanita. Rasanya, ini memang urusan hati wanita.

Yang menembak:

Kaitlin Marie Armstrong. Guru yoga. Umur 34 tahun.

Baca Juga

Yang ditembak:

Anna Moriah Wilson. Atlet nasional ski, kapten sepak bola wanita dan belakangan pindah menjadi pembalap sepeda. Khususnya untuk medan gravel. Masih muda, umurnyi, 25 tahun.

Pemilik senjata:

Colin Strickland. Umur 35 tahun. Ia juara balap sepeda gravel di Dirty Kanza –yang, hehe, dua tahun terakhir diikuti juga oleh anak Surabaya yang Anda sudah tahu namanya. Pun diikuti oleh istrinya, yang Anda juga sudah tahu siapa dia.

Kaitlin, Anna, dan Colin.

Dua wanita, satu laki-laki.

Anda pun sudah bisa mengira apa yang kemudian terjadi. Tulisan ini pun tidak perlu dilanjutkan. Berhenti di sini. Mestinya.

Kalau pun ini saya teruskan itu karena begitu banyak yang protes kalau Disway hadir dengan tulisan pendek.

Kaitlin dan Colin tinggal di Austin, Texas. Sudah tiga tahun mereka menjalin hubungan khusus. Sangat khusus. Kaitlin pun sudah tahu kode kunci digital pintu apartemen Colin.

Anna tinggal nun jauh di California.

Hari itu Anna lagi ke Austin. Dia akan ikut balapan sepeda gravel di Hico. Itu 2 jam naik mobil dari Austin. Atau juga 2 jam dari Dallas. Hico di tengah-tengah dua kota itu.

Itulah balap sepeda sejauh 250 km di jalan tanah. Tepatnya 150 mil. Yang kadang berlumpur. Banyak juga yang jatuh di medan seperti itu. Sampai belepotan. Seperti anak Surabaya itu.

Daya tarik Hico sangat tinggi. Anna ingin balapan di situ. Hico adalah kota di mana Billy the Kid tembak-menembak di situ. Diabadikan di film yang Anda sudah pernah menontonnya: film cowboy Billy the Kid. Billy mati di Hico. Di kota kecil yang kini berpenduduk cuma 1.600 orang. Patung Billy the Kid berdiri di tengah kota.

Kota ini punya motto unik. Saya pernah membacanya ketika mampir di situ: The City where Everybody is Somebody.

Masalahnya: ketika ke Austin, tiga hari sebelum balapan, Anna tinggal di rumah Colin. Sejak sehari sebelumnya. Itu membuat hati Kaitlin seperti dipanggang di atas kompor elpiji.

Sebenarnya Colin sudah menyembunyikan hubungannya dengan Anna. Nomor HP Anna dibuat atas nama orang lain. Ia juga selalu menghapus pertukaran WA dengan Anna.

Tapi hati Kaitlin telanjur membara.

Hari kedua, tanggal 11 Mei 2022, Colin meninggalkan rumah. Anna ditinggal di rumahnya sendirian. Sampai sore.

Pukul 18.00 Anna kirim WA ke Colin: pergi dengan teman pria yang lain untuk sama-sama berenang. Sampai Anna pulang dari renang, Colin belum kembali.

Colin baru pulang pukul 22.00. Begitu masuk apartemen ia kaget. Anna tergeletak di lantai kamar mandi. Bersimbah ludiro. Mati.

Colin menghubungi Kaitlin. Juga menghubungi keluarga Anna di Vermont. Anna memang lahir di Vermont, negara bagian paling utara di Amerika. Dekat Kanada. Kampung kelahiran Anna tidak jauh dari Toronto.

Colin juga lapor polisi.

Geger.

Yang mati ini bukan sembarang wanita. Anna sudah menjuarai lebih dari 10 balap sepeda gravel di seluruh Amerika. Dia pun sedang diunggulkan untuk menjadi juara lagi di Waco keesokan harinya.

Keluarga Anna memang atlet semua. Ayah ibunyi atlet nasional ski. Di dekat kampung kelahiran Anna memang penuh dengan pegunungan bersalju. Kakaknyi pun atlet ski.

Anna sudah ski sejak SD. Dia pernah jadi juara nasional ke-3 ketika masih remaja. Yakni untuk kategori umurnya. Bapaknyi pelatih ski di sebuah sekolah ski di sana.

Setamat SMA Anna harus kuliah di New Hampshire. Dia kuliah di universitas terkemuka, Dartmouth Collage. Dia ambil fakultas teknik.

1 2Laman berikutnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Check Also
Close
Back to top button