Universitas Widya Gama Mahakam
Catatan Dahlan IskanHL

Peniup Sempritan

Kemarin pagi, Richard Hopkins mencabut kesaksiannya itu. Ia mengaku telah berbohong. Kecurangan seperti itu tidak pernah ada. Ia pun lantas berhenti dari pekerjaannya itu.

Begitulah Washington Post menulis.
Setelah pencabutan itu keadaan pun berubah menjadi limbung.
Hopkins tidak mengira bahwa FBI mengusut dengan serius tuduhan kecurangan Pemilu. Para saksi yang mengatakan Pemilu ini curang dimintai keterangan. Sebelum diperiksa itulah Hopkins mencabut pernyataannya. Ia memang tidak bisa melengkapi kesaksiannya dengan bukti.

Tapi pendukung Trump sudah telanjur percaya Pilpres ini curang. Menurut New York Times, 70 persen anggota Partai Republik percaya bahwa Pilpres ini tidak beres. Ini ancaman serius bagi kepercayaan publik pada lembaga penyelenggara Pemilu. Belum pernah terjadi  seperti ini. Biasanya kepercayaan pada proses Pilpres di Amerika nyaris 100 persen.

Baca Juga

Hebatnya, seberapa ruwet pun Pilpres di sana, tanggal 1 Desember nanti sudah harus ada kepastian.

Tapi bagaimana kalau Trump tetap tidak mau menyerahkan kekuasaan?
Bagi Amerika, itu tidak ada masalah sama sekali. Begitu tanggal 1 Desember presiden baru ditetapkan, semuanya akan berubah dengan sendirinya.

Militer dan CIA relatif independen di sana. Sejak tanggal itu militer membagi diri. Demikian juga CIA. Ada yang bertugas mengamankan presiden lama, ada yang mengamankan presiden baru.

CIA pun demikian. Tiap hari laporan rahasia negara tidak hanya diberikan ke presiden lama, tapi juga ke presiden baru.
Dan…. Begitu Biden dilantik tanggal 20 Januari depan, militer dan CIA tidak lagi memedulikan Trump. Ia  sudah dianggap menjadi orang biasa. Yang tidak boleh menerima fasilitas negara.

Sejak hari itu tidak ada lagi pelayanan keamanan, pelayanan pegawai, pelayanan keuangan dan pelayanan apa pun untuk Trump.

Kalau pun Trump tidak mau keluar dari Gedung Putih Trump tidak akan disediakan makanan dan minuman lagi di situ. Juga tidak ada staf yang melayaninya. Ia juga tidak boleh pakai telepon dan listrik. Tidak boleh pula pakai toilet Gedung Putih.

Biden untuk sementara bisa berkantor di Pentagon atau di salah satu kementerian. Toh tidak akan lama. Hanya sambil menunggu Trump berjalan sempoyongan keluar dari Gedung Putih untuk membeli minuman di pinggir jalan.(*)

sumber: disway.id

 

Laman sebelumnya 1 2

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Check Also
Close
Back to top button