Coastal Road PPU Kembali Mulus Usai Berlubang

PPU, nomorsatukaltim.com – Coastal Road di Penajam Paser Utara (PPU) sudah kembali mulus. Ruas berlubang di berbagai titik sudah tak ada lagi.

Pemkab PPU terus fokus terhadap pembangunan infrastruktur jalan pesisir itu. Pasalnya, sejak dibangun dan jalan itu mulai digunakan, belum ada perbaikan yang dilakukan.

Kabid Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) PPU Petriady Pasulu menjelaskan, idealnya jalan itu dilakukan perawatan rutin lima tahun sekali.

Baca juga: Proyek Coastal Road Balikpapan Terkendala Izin Reklamasi

“Tapi tidak ada (lima tahun). Kita lihat kondisi jalan itu sudah mulai rusak. Makanya kita lakukan perbaikan untuk spot-spot yang rusak. Karena setelah jalan itu dibangun, tidak pernah ada lagi overlay, harusnya ada kegiatan rutin perawatan itu per lima tahun,” jelas Rian, sapaannya kepada nomorsatukaltim.com – Disway News Network (DNN), Jumat (24/9/2021).

Proyek ini sudah rampung. Paket pekerjaan khusus peningkatan Coastal Road ini terbagi dua.

Pertama, mulai dari persimpangan Jembatan Sesumpu arah ke kawasan Gerbang Madani mendapatkan Rp 14,1 miliar. Dikerjakan oleh PT Surya Jagadhita Sejahtera.

Lalu untuk jalan wilayah Kopi-Kopi hingga ke simpang tiga Jalan Sahrin, jalur ini juga melintas di depan Rumah Jabatan Bupati PPU yang baru dibangun.

Baca juga: Coastal Road Balikpapan; Dokumen Teknis Perizinan Ditarget Akhir Desember

Kegiatan ini mendapat anggaran Rp 7,7 miliar. Panjang jalan sekira 800 meter dengan konstruksi produk akhir aspal. Dikerjakan oleh PT Fajar Pasir Lestari.

Rian menuturkan, kegiatan ini sebenarnya belum memenuhi program peningkatan jalan pesisir seutuhnya. Namun karena ada keterbatasan anggaran pemerintah pada 2021, maka hanya itu yang bisa dilakukan.

“Ya karena menyesuaikan anggaran, karena sementara ini hanya di situ karena Coastal Road ini panjang. Jadi ke depannya nanti kita lakukan lagi,” ucapnya.

Untuk diketahui, Coastal Road ini sejatinya belum rampung. Sejak mulai dibangun sekitar 10 tahun silam, bisa disebut mangkrak.

Pekerjaan terakhir diketahui ada pada 2018 lalu, kini belum dilanjutkan. Sementara diketahui, masih ada lebih 15 segmen lagi yang belum dibangun, dan terhambat proses pembebasan lahan. (rsy/zul)

Leave A Reply