Penajam

Tari Panti Lotung Limo Bua; Perjuangan Masyarakat PPU Menghadapi Pandemi

Keresahan masyarakat Penajam Paser Utara (PPU) ditampilkan dalam kesenian, Tari Panti Lotung Limo Bua namanya. Bahkan berhasil mengharumkan nama daerah di kontes tingkat Provinsi Kaltim. Menyabet dua juara sekaligus dalam ajang Lomba Festival Kudungga.

nomorsatukaltim.com – Para pelaku seni dari Sanggar Entero, berkolaborasi dengan Sanggar Luar Biasa yang menampilkannya.

Tujuh penari; May Syah Zahrah, Gressiela Irene, Kurnia Rizki Cantika, Siti Rahaniyah, Fani Tri Nasdani, Tiara Aulia dan Pindy Arie Wardhana, meliuk di atas panggung.

Baca Juga

Menggambarkan perjuangan masyarakat di tengah himpitan ekonomi kala pandemi COVID-19. Ide itu lahir dari Agus Gerana Hariadi. Tari kreasi itu ia beri judul Panti Lotung Limo Bua.

Diambil dari bahasa Suku Paser yang artinya rumah kecil, sebagai sarana ritual yang dibuat dari kayu lotung sebanyak lima buah.

Baca juga: Jalankan Acara Adat, Bentuk Pelestarian Budaya di Kutim

“Nah untuk tarian ini sendiri diangkat dari (tari) Belian Pandan, yang di dalamnya juga terdapat panti lotung lima bua itu, sebagai sarana untuk pemanjatan doa supaya daerah kita ini disembuhkan dari wabah pandemi corona,” jelas Agus kepada nomorsatukaltim.com-Disway News Network (DNN), Jumat (17/9/2021).

Ia juga turun langsung untuk menata musik pertunjukan, bersama Zulfikaf Yudhistira. Sementara untuk menggali cerita yang ingin disampaikan, ia mencari narasumber, yaitu Suis Santoso.

1 2Laman berikutnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button