HLPenajam

Korupsi Dana BOS SMK Pelita Gamma, Mantan Kepsek Hadapi Tuntutan

banner diskominfo kaltim

Perjalanan sidang Iif Hariyadi mendekati akhir. Pekan ini, sidang perkara tindak pidana korupsi di SMK Pelita Gamma itu memasuki agenda tuntutan. Perkara yang menelan uang negara nyaris 1 miliar rupiah.

nomorsatukaltim.com – PENANGANAN kasus tindak pidana korupsi (tipikor) Bantuan Operasional Sekolah (BOS) di Penajam Paser Utara (PPU) masih berproses. Perkara yang menyeret mantan kepala SMK Pelita Gamma itu masih ditangani Kejaksaan Negeri (Kejari) PPU.

“Pekan ini, masa sidang bakal memasuki agenda pembacaan tuntutan,” ungkap Kajari PPU I Ketut Kasna Dedi, melalui Kepala Seksi Pidana Khusus (Pidsus) Guntur Eka Permana, Sabtu, (6/2/2021) lalu.

Setelah sidang dengan agenda itu terlaksana, maka terdakwa dan penasihat hukum (PH) diberi kesempatan untuk mengajukan nota pembelaan (pledoi).

Baca Juga

“Bila ada pledoi, sidang dilanjutkan dengan agenda replik dari jaksa, serta duplik. Baru sidang putusan,” lanjut Guntur.

Tapi bila tidak mengajukan nota, maka sidang dilanjutkan dengan agenda putusan. Masa awal sidang dilaksanakan 2 Desember 2020 lalu. Agendanya pembacaan dakwaan. Pada 10 Desember 2020, eksepsi dari terdakwa. Namun tertunda karena belum siap. Agenda itu diganti 17 Desember 2020, namun karena tak kunjung siap, agenda dilewati.

Tiga sidang dengan agenda pemeriksaan saksi digelar selanjutnya. Pada 7, 14 dan 19 Januari 2021. Lalu pada 26 Januari 2021, pemeriksaan ahli dan terdakwa. Dan sidang selanjutnya dengan agenda pembacaan tuntutan akan digelar pada Jumat (12/2) mendatang.

Sekadar informasi, sidang diadakan di Pengadilan Negeri (PN) Tipikor Samarinda. Namun juga secara virtual melalui aplikasi daring, Zoom. Karena upaya pencegahan tersebarnya COVID-19. Sementara Iif Haryadi hingga saat ini masih menjadi tahanan di Rumah Tahanan (Rutan) Tanah Grogot. Belum dilimpahkan, karena masih proses persidangan. Berdasarkan ketetapan hakim, terdakwa memang sudah menjadi tahanan titipan hakim.

Dari semua hasil sidang yang telah tergelar itu, terungkap Iif sebagai pelaku tunggal. Total dana yang ditilap berdasarkan perhitungan Inspektorat Daerah yakni Rp 961 juta. Itu dari anggaran Rp 1,1 miliar. Terjadi di 2015. Modus operandinya adalah memindahkan uang yang berasal dari BOS provinsi ke rekening pribadi.

1 2Laman berikutnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Check Also
Close
Back to top button