Universitas Widya Gama Mahakam
Paser

Biar Maksimal, DPRD Paser Minta Penanganan Banjir Fokus di Satu Titik

 

Paser, nomorsatukaltim.com – Persoalan banjir cukup menghantui bebera Wilayah di Kabupaten Paser. Di antaranya wilayah Kecamatan Long Kali, Long Ikis dan Kecamatan Tanah Grogot. Selain penyumbatan yang sering terjadi di saluran drainase, kurangnya Ruang Terbuka Hijau (RTH) juga menjadi faktor penyebabnya.

Untuk tahun ini Kabupaten Paser telah menganggarkan Rp 4 miliar untuk menangani banjir. Dengan anggaran segitu, Wakil Ketua Komisi III DPRD Paser, Basri menginginkan dinas terkait memaksimalkan anggaran tersebut.  “Maksimalkan dan mengacu pada master plan penanganan di kota,” kata Basri, Kamis (26/5).

Untuk penanganannya, Basri meminta kepada dinas terkait untuk dapat fokus pada satu titik dulu. Sehingga benar-benar maksimal. Sebab kata Basri, dengan anggaran segitu dan dibagi dibeberapa titik, tentu tidak akan cukup. Dan tidak akan maksimal.

“Contoh. Misalkan fokus penanganannya di Desa Jone dan Desa Senaken dulu. Dengan mengalokasikan anggaran yang ada. Seperti membenahi saluran drainase. Pokoknya fokus aja di daerah itu. Dan harus berdasar master plan yang ada,” jelas Basri.

Menurut Basri, di tahun 2021, master plan untuk drainase daerah perkotaan telah selesai dibuat. Karena itu DPRD Paser meminta Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) untuk dapat mempelajarinya.

1 2Laman berikutnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Check Also
Close
Back to top button