HLPaser

Lika-Liku Upaya Memutus COVID-19 di Kabupaten Paser

Paser, nomorsatukaltim.com – Pencapaian vaksinasi COVID-19 di Kabupaten Paser berhasil ditingkatkan. Sinergi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Paser bersama TNI-Polri mampu menaikkan angka capaian 15 persen kurun waktu sepekan. Seperti dosis dua dari 44 persen kini 59,69 persen. Meski diklaim data secara manual telah diangka 60,85 persen.

Menengok ke belakang, pada Desember tahun lalu cakupan vaksinasi Kabupaten Paser jadi terendah di Kaltim. Baik dosis satu maupun dosis dua masih jauh dari target minimal 70 persen dari 293.691 jiwa warga telah divaksin. Bisa dibilang dua pekan jelang berakhirnya 2021, Pemkab Paser kelabakan mengejar ketertinggalan.

Demi mengejar ketertinggalan hingga batas akhir 2021, Bupati Paser Fahmi Fadli saat itu mengeluarkan rupa-rupa aturan kebut vaksinasi.

Di antaranya pelayanan administrasi di desa, kelurahan, kecamatan wajib divaksin, calon mempelai dan seluruh keluarga harus divaksin saat gelar resepsi pernikahan, penundaan tunjangan kinerja PNS dan penundaan perpanjangan kontrak PTT, serta menarik data warga yang telah divaksin namun tidak menggunakan P-Care Paser.

Kala itu penarikan data P-Care terasa amat sulit, dan diikhlaskan 11 ribu data warga Paser yang telah divaksin masuk daerah lain. Tentu sebuah kerugian.

Semenjak usai pertemuan Pemkab Paser dengan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) di ruang rapat Command Center, berbagai upaya dilakukan untuk menarik minat warga divaksin.

Di antaranya jemput bola disertai pembagian sembako. Bahkan pada beberapa lokasi vaksinasi, warga berkesempatan mendapat hadiah menarik dengan sistem undi. Seperti yang dilaksanakan Polsek Tanjung Harapan dengan menyediakan motor. Begitupun vaksinasi yang dilaksanakan di areal Parkir Pasar Penyembolum Senaken dengan hadiah menarik berupa peralatan dan perabotan rumah tangga. Serta vaksinasi di Gedung PKK yang dilakukan Pemkab Paser dengan menyediakan sepeda hadiah utama.

Serta pelaksanaan vaksinasi secara cegat atau istilahnya menjaring pengendara yang tak menerapkan protokol kesehatan, dan melintas di ruang publik. Seperti yang pernah dilaksanakan di kolong Jembatan Kandilo, Kecamatan Tanah Grogot. Bersyukur langkah-langkah itu dinilai efektif. Akhir Desember 2021 berhasil melewati minimal cakupan vaksinasi 70 persen. Mengingat saat itu harus melakukan vaksin minimal 1.600 dosis kepada warga.

1 2 3Laman berikutnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Check Also
Close
Back to top button