Petani Paser Gagal Panen, Banjir Sepekan, Lahan Terendam

Sudah lebih dari sepekan banjir mengepung Kabupaten Paser. Tak hanya memutus akses transportasi, lahan pertanian pun ikut terendam. Petani dipastikan gagal panen.

nomorsatukaltim.com – Permukiman penduduk direndam air berwarna cokelat, ketinggian 1 hingga 3 meter. Akses antardesa putus, aktivitas lumpuh.

Data sementara yang dihimpun Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), untuk tiga kecamatan saja, yakni Kecamatan Long Ikis, Muara Komam dan Batu Sopang, banjir telah berdampak kepada 152 kepala keluarga dengan 717 jiwa. Kurang lebih 450 jiwa terpaksa harus mengungsi ke rumah kerabat.

Besar kemungkinan angka itu bertambah. Mengingat beberapa hari belakangan, banjir yang pertama kali terjadi 2 Oktober di Kecamatan Muara Komam, mulai menyasar kecamatan lain. Di antaranya Kecamatan Pasir Belengkong dan Kecamatan Long Kali. Namun hingga kini, belum diketahui berapa data pasti yang terdampak banjir.

Baca juga: Paser Dikepung Banjir, Akses Putus, Bantuan Sulit Tersalur

Kebun, sawah, dan ternak warga juga jadi korban luapan dari tiga sungai besar di Kabupaten Paser. Yakni, Sungai Kandilo, Sakareu dan Sungai Telake. Salah satunya di Desa Damit, Kecamatan Pasir Belengkong. Petani sekitar terancam gagal panen. Hal itu dikatakan Kepala Desa Damit, Syatta Noorhadi.

“Ya ada lahan seluas 10 hektare terendam banjir. Padinya sudah masak (siap panen), itu tak sempat dipanen,” sebut Syatta Noorhadi, Jumat (8/10/2021) kepada nomorsatukaltim.com – Disway News Network (DNN).

SEWA HELIKOPTER

Titik pertama kali banjir terjadi di Kecamatan Muara Komam. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) maupun relawan, tak terlalu kesulitan menyalurkan bantuan kepada warga terdampak.

Namun kondisi itu berbeda, akses terputus antardesa dirasakan Wakil Bupati Paser, Syarifah Masitah Assegaf. Rombongan wakil orang nomor satu di Bumi Daya Taka itu kesulitan mendistribusikan bantuan.

Baca juga: Sungai Kandilo Meluap, Puluhan Rumah Terisolasi Akibat Banjir

Itu dialami Masitah, kala meninjau warga terdampak banjir di Desa Muara Lambakan dan Desa Kepala Telake, Kecamatan Long Kali, Selasa (5/10/2021) lalu. Karena aksesnya terputus, sehingga pendistribusian bantuan berupa makan di drop di Desa Perkuwen, lokasi tak jauh dari dua desa itu.

“Kami tak bisa ke Desa Muara Lambakan. Jembatan Sungai Sangar terputus,” kata Masitah.

Didapatinya medan yang sulit diakses untuk mengevakuasi warga. Dikatakan Bupati Paser, Fahmi Fadli, akses yang tidak bisa ditembus via jalur darat, pihaknya mengupayakan melalui jalur udara. Tak tanggung-tanggung menyewa helikopter.

“Mengingat ada desa yang tak bisa ditembus. Kemudian tidak dapat berkomunikasi dengan mereka (warga),” ungkap Fahmi.

Baca juga: Andi Harun Rela ‘Ngamen’ Demi Entaskan Masalah Banjir

Pemkab juga menyiapkan tempat penampungan sementara, perbantuan tenaga medis. Termasuk kebutuhan makan-minum, serta pakaian laik dan perlengkapan tidur.

“Kalau tenaga medis, dari puskesmas-puskesmas telah kami turunkan,” terang Politisi PKB itu.

Sementara itu, Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Paser telah menyiapkan tenaga medis tersebar beberapa titik posko, Masing-masing minimal 5 orang.

“Tenaga medis ini sangat dibutuhkan. Biasanya penyakit yang banyak muncul saat banjir diare dan gatal-gatal. Anak-anak paling rawan biasanya diare,” tandas Ketua IDI Paser, dr Ahmad Hadi Wijaya. (asa/zul)

Leave A Reply