Kejar Target Vaksinasi

Target capaian vaksinasi terus dikejar. Diharapkan akhir tahun ini sebagian besar masyarakat sudah divaksin. Demi mengejar herd immunity, serta kembali normalnya aktivitas terutama di ruang publik.

nomorsatukaltim.com – Di Penajam Paser Utara (PPU) misalnya, kini mulai fokus mengejar target vaksinasi untuk anak usia 12-17 tahun.

Pemkab bekerja sama dengan berbagai instansi untuk menyediakan stok vaksin. Seperti dengan Badan Intelijen Negara Daerah (Binda) Kaltim, menyediakan 7 ribu dosis vaksin untuk pelajar PPU.

Kepala Binda Kaltim, Brigjen TNI Danni Koswara mengatakan, vaksin massal pelajar dan santri di empat daerah di Kaltim disiapkan 11.500 dosis. Untuk pelaksanaan di PPU, digelar di dua tempat. Pondok Pesantren Syekh Muhammad Arsyad Al Banjari PPU dan SMAN 1 PPU.

Baca juga: Capaian Vaksinasi Pelajar Paser Masih di Bawah 15 Persen

“Untuk vaksin massal di SMAN 1 PPU kami siapkan 3.500 dosis. Kemudian di Pesantren Al Banjari juga 3.500 dosis,” kata Danni Koswara kepada wartawan saat ditemui di lokasi vaksin massal di SMAN 1 PPU, Kamis (23/9/2021).

Vaksinasi massal yang digelar oleh Binda Kaltim ini bekerja sama dengan Pemkab PPU, Polres dan Kodim. Di acara vaksin massal juga digelar video conference dengan Presiden Joko Widodo.

Danni menilai, pelajar di PPU sangat antusias dalam program ini. Padahal saat sosialisasi, sangat minim minat pelajar mendaftar program vaksin massal. Tidak terbukti pada hari H kegiatan. Saat pelaksaannya justru banyak pelajar yang ikut vaksin.

“Pelajar yang datang untuk vaksin sudah mendapat izin orang tua. Vaksin massal ini kami izin sekolah, kemudian pihak sekolah izin ke orang tua siswa,” terang dia.

Baca juga: Vaksinasi Goes To Campus, Kukar Kebagian 3 Ribu Dosis

Kepala Dinas Kesehatan (Diskes) PPU, Jansje Grace Makisurat mengatakan, pemerintah daerah bersama TNI-Polri gencar melakukan vaksinasi terhadap anak. Spesifik program yang menyasar pelajar, seiring dengan dilaksanakannya pembelajaran tatap muka (PTM) di seluruh sekolah.

Grace mengungkapkan, target vaksinasi di kalangan pelajar terus dikejar. Karena kegiatan belajar mengajar di sekolah telah berlangsung sejak pertengahan Agustus 2021. Hal tersebut salah satu upaya yang dilakukan untuk mencegah klaster PTM.  Yang sudah berjalan sejak Agustus lalu.

“Diskes sudah menyurati seluruh Puskesmas agar melakukan pengawasan dan edukasi terkait pencegahan COVID-19 di seluruh sekolah yang melaksanakan PTM. Sampai saat ini, belum ada klaster PTM. Mudah-mudahan itu tidak terjadi,” harap dia.

Untuk target sendiri, vaksinasi COVID-19 anak usia 12 hingga 17 tahun ditargetkan sebanyak 18.983 anak. Sesuai data terakhir, baru sekira delapan persen atau sebanyak 1.237 anak yang telah menerima vaksin. Jumlah itu tentu akan bertambah seiring berjalannya program dari Binda Kaltim ini.

Baca juga: Vaksinasi oleh Institusi Nonpemerintah: Alhamdulillah Semua Bantu

Program vaksinasi anak pertama kali digelar pada 12 September lalu. Selain tergelar di Gedung Graha Pemuda Penajam, program juga dilakukan di sekolah-sekolah. Di antaranya di SMPN 1 PPU, SMPN 8 PPU, SMPN 10 PPU, dan SMPN 13 PPU.

Namun ada hal yang disayangkan dalam pelaksanaannya. Yaitu tak semua pelajar mau menjadi penerima. Seperti beberapa saat lalu, tercatat sebanyak 114 siswa di SMPN 1 PPU. Mereka tidak diizinkan orangtuanya. Tentu itu menjadi kendala yang dihadapi.

“Ada persoalan yang muncul, menurut laporan kepala sekolah di SMPN 1, dari 500 lebih siswa itu ada seekitar 114 siswa yang tidak diizinkan orang tuanya melakukan vaksinasi. Itu yang baru kami ketahui,” ujar Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) PPU, Alimuddin.

Menurutnya, ada pemahaman yang masih kurang tepat di masyarakat. Masih percaya dengan informasi tidak tepat yang beredar di media sosial terkait dengan vaksinasi. Sehingga hal itu memicu ketakutan orang tua kepada anaknya untuk melakukan vaksinasi.

Baca juga: Cakupan Vaksinasi di Paser Masih di Bawah 30 Persen

Dirinya berharap terdapat instansi terkait untuk melakukan sosialisasi atau pemahaman yang mendalam terkait manfaat dari vaksinasi tersebut.

“Ini perlu sosialisasi yang dalam kepada seluruh masyarakat. Mungkin ada instansi terkait untuk memberikan sosialisasi pemahaman mendalam sehingga anak-anak mau divaksin,” tutupnya.

WARGA DESA ANTUSIAS

Sementara di Desa Senaken, Kabupaten Paser, antusiasme masyarakat untuk divaksin mengalami peningkatan. Setidaknya hal itu terlihat dalam tiga bulan terakhir.

Setiap gerai vaksin, baik yang dilaksanakan pemerintah daerah, TNI-Polri, swasta maupun lintas agama, tak pernah sepi peminat.

Warga di Desa Senaken, Paser, antusias mengikuti vaksinasi. (Awal/Nomor Satu Kaltim)

Baca juga: Demi PTM, Vaksinasi Pelajar Terus Digenjot

Seperti di Desa Senaken, Kecamatan Tanah Grogot. Di mana cakupan vaksinasi di desa itu mencapai puluhan persen.

“Sekira 30 persen warga kami, dari 10 ribuan jiwa telah divaksin,” kata Kepala Desa Senaken, Bambang Subagya, dikutip dari Harian Disway Kaltim – Disway News Network (DNN), Kamis (23/9/2021).

Selain warganya melakukan vaksinasi sendiri, seperti di tempat kerja. Juga sebelumnya pernah dilakukan gerai vaksin sebanyak 350 dosis. Teranyar seribu vaksinasi di Desa Senaken secara door to door oleh Binda Kaltim.

“Ini berkat kerja sama dan terima kasih kepada semua pihak, baik pemerintah daerah, BIN, swasta yang telah melaksanakan vaksinasi di desa kami,” sambungnya.

Baca juga: Capaian Vaksinasi di Kabupaten Mahulu Terus Dikejar

Dirinya pun meminta masyarakat untuk memanfaatkan pelaksanaan vaksinasi. Mengingat ini salah satu upaya cara memutus rantai COVID-19 dan meningkatkan imunitas tubuh.

“Jangan takut divaksin. Semoga pandemi ini segera berakhir, ” urai Bambang.

Di tempat yang sama, Ketua Karang Taruna Desa Senaken, Edwin Santoso meminta pemuda, umumnya masyarakat di Kabupaten Paser tak takut divaksin. Dikatakannya, jika warga sangat aktif bertanya, kapan dan di mana pelaksanaan vaksin.

“Artinya masyarakat juga antusias. Ya kami minta pemuda aktif dan ikut tergerak ikut vaksinasi yang disediakan pemerintah maupun instansi-instansi lainnya. Ayo bergerak, dan jangan mudah termakan dengan kabar hoaks mengenai vaksin,” tandas Edwin. (rsy/asa/zul)

Leave A Reply