HLKukar

Data Proyek Mandek Hilang, Bupati Yapan: “Sempat Ngemis Cari Dokumen Itu”

Kubar, nomorsatukaltim.com – Bupati Kutai Barat (Kubar) FX Yapan mengaku tidak tahu dokumen empat proyek senilai Rp 1,2 triliun yang disorot KPK. Selama menjabat dua periode, dia mencari data tersebut tapi tidak ketemu. Bahkan, dirinya sudah meminta berkali-kali kepada Dinas PUPR Kubar, tapi tidak ditemukan data megaproyek tersebut.

“Bahkan saya juga membuat surat kepada pihak berkompeten meminta data itu, tapi tidak diberikan juga,” ujar FX Yapan saat jumpa pers, di rumah pribadinya.

Bupati dua periode itu sangat menyesalkan kondisi tersebut. Sebelum dirinya menjabat bupati Kubar sejak periode pertama mulai 20 April 2016, tidak ada satu pun data terlihat (hilang).

“Baik di Bagian Hukum, Kantor Perizinan, DPU, dan Bagian Ekonomi, tidak ada satu pun data yang ada. Jadi, kami bekerja selama ini mulai dari tanggal pertama bekerja saja ada data yang kami simpan. Mudahan-mudahan kalau saya nanti habis jabatan, data di Pemkab Kubar tidak akan saya bawa,” bebernya.

Baca Juga

Dia berharap, siapa pun yang tahu data empat proyek mangkrak itu agar bisa membantunya. Sehingga proyek mangkrak tersebut dapat dikomunikasikan dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk penyelesaiannya.

Sementara itu, Ketua DPRD Kubar Ridwai menjelaskan, kedatangan tim KPK ke Kubar untuk mencari data terkait empat megaproyek itu. KPK ingin membantu Kubar dalam penyelesaian proyek tersebut, karena Kubar salah satu kabupaten penyangga segitiga emas Ibu Kota Nusantara (IKN).

“Namun, kita (DPRD Kubar) tidak bisa memberikan data awal pembangunan empat proyek terindikasi mangkrak tersebut ke KPK. Karena memang tidak ada data itu,” kata Ridwai.

Menurut dia, pemerintah daerah tidak dapat melanjutkan pembangunan fisik terhadap keempat megaproyek tersebut. Karena harus ada data awal pembangunannya untuk dihitung ulang.

1 2Laman berikutnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button