DaerahIndex BeritaKukar

Polres Kukar Selidiki Judi Balapan Liar saat Ramadan, Yang Nonton Pun Ditilang

banner diskominfo kaltim

Kukar, nomorsatukaltim.com – Aksi balapan liar (Bali) yang selalu terjadi saat malam Ramadan, menjadi perhatian khusus Satuan lalu lintas (Satlantas) Polres Kutai Kartanegara (Kukar). Pasalnya, sudah banyak korban yang meninggal dunia akibat aktivitas membahayakan ini.

Tak hanya itu saja, Satlantas juga akan menyelidiki adanya indikasi perjudian. Yang dilakukan sekelompok pemuda, saat balapan liar belakangan ini.

“Kita akan dalami adanya indikasi perjudian dalam aksi balap liar ini. Kita akan mintai keterangan dari masing-masing pelanggar. Apabila memang ada, kita akan berkoordinasi dengan Satreskrim,” ucap Kasat Lantas Polres Kukar AKP Reza Pratama R Yusuf kepada nomorsatukaltim.com—Disway National Network (DNN), Selasa (4/4/2022).

Selain itu, selama Ramadan, pihaknya akan terus melakukan giat rutin patroli gabungan. Antara Satlantas dengan Sabhara Polres Kukar. Hal ini bertujuan untuk menghilangkan niat melakukan pelanggaran, seperti balapan liar.

“Kami akan terus melakukan antisipasi dengan patroli setiap malam. Supaya meminimalisisir tindakan pidana di jalan raya,” tutur Reza.

Namun sekali lagi, Reza berharap pencegahan balapan liar ini tak hanya dapat dilakukan kepolisian saja, tapi peran serta keluarga sangat diperlukan.

“Sudah ada korban jiwa dan jadikan itu pelajaran. Tolong bantu awasi keluarga, anak dan kerabat. Untuk tidak melakukan balapan liar,” pintanya.

Kemudian bagi yang menonton balapan liar, pihaknya juga akan menindak tegas apabila tidak melengkapi kelengkapan saat berkendara. Karena ungkapnya, dengan adanya penonton, akan merespons atau memicu para anak muda untuk melakukan balapan liar.

“Yang nonton kita akan lakukan penindakan secara prioritas. Intinya kita akan tindak tegas juga. Apalagi saat covid begini. Tidak boleh ada yang berkumpul. Lebih baik istirahat di rumah bersama keluarga,” imbuhnya. (bay/dah)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button