Kukar

Sembilan Motor Balap Liar di Tenggarong Diamankan, Denda Rp 3,5 Juta dan Keluar Habis Lebaran

banner diskominfo kaltim

KUTAI KARTANEGARA– Aktivitas balap liar di Kecamatan Tenggarong, Kutai Kartanegara (Kukar) mulai marak saat Ramadan.

Biasanya aktivitas ini terjadi setiap tengah malam. Baik di Jalur dua poros Tenggarong – Samarinda dan juga di Jalan Woltermonginsidi, bawah Jembatan Kartanegara.

Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Kutai Kartanegara (Kukar) pun tak tinggal diam. Sejak malam pertama Ramadan sudah mengamankan sembilan unit sepeda motor.

“Ada sembilan motor yang melakukan balap liar kita amankan. Pertama pada tanggal 3 April dan kedua, pada 4 April dini hari,” terang Kasat Lantas Polres Kukar AKP Reza Pratama R Yusuf pada wartawan, Senin (4/4/2022) sore di Kantor Satlantas Polres Kukar.

Rata-rata, para pembalap liar ini masih berusia muda. Sekitar 16-19 tahun. Mereka yang tertangkap, langsung diamankan dan diminta mendorong sepeda motor sampai ke Kantor Satlantas Polres Kukar di Jalan Diponegoro, Tenggarong.

“Selain kita beri efek jera seperti itu. Kendaraan mereka juga kita sita sampai Lebaran. Apabila tidak bisa menujukkan kelengkapan surat seperti BPKB maupun STNK asli. Selain itu, yang melakukan balapan liar kita kenakan pasal 297 UU LLAJ Nomor 22 tahun 2009. Dengan denda Rp 3,5 juta,” tegas Reza.

Dengan kejadian ini, ia mengimbau kepada seluruh orang tua. Agar memperhatikan kegiatan anak-anaknya saat di luar rumah. Apalagi ketika hendak keluar rumah saat tengah malam.

“Jangan sampai kendaraan dipakai untuk balapan liar. Kalau ada apa-apa seperti kecelakaan atau pun terkena razia. Pasti sangat merugikan,” ucap Kasat pada nomorsatukaltim.comDisway Kaltim.

Apalagi sehari sebelum Ramadan terjadi lakalantas out of control saat balapan liar. Seorang pemuda berinisial RK warga Samarinda meninggal dunia di rumah sakit, setelah sepeda motornya menabrak trotoar di jalan poros Tenggarong – Samarinda.

“Korban kecelakaan banyak terjadi. Bahkan ada yang fatal hingga mengakibatkan kematian. Itulah yang kita takutkan. Kita ini menjaga agar tidak ada korban jiwa lagi,” imbuh Reza. (bay/eny)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Check Also
Close
Back to top button